Kenaikan harga penyimpanan kuartal kedua "jauh melampaui ekspektasi", Nomura: "Pasar bullish jangka panjang untuk penyimpanan" jauh melampaui "kenaikan harga minyak jangka pendek"

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Saat pasar terus mengamati situasi geopolitik di Timur Tengah, Nomura menyatakan bahwa “bull market penyimpanan jangka panjang” akan jauh melampaui “kenaikan harga minyak dalam jangka pendek”.

Menurut kabar dari platform pengejar transaksi, pada 23 Maret, Nomura Sekuritas merilis laporan riset pasar global yang menyebutkan bahwa durasi siklus bull market di industri penyimpanan akan jauh lebih lama dan lebih berkelanjutan dibanding kenaikan harga minyak yang dipicu geopolitik. Variabel kuncinya terletak pada ekspansi berkelanjutan permintaan AI serta adanya penundaan pada ekspansi pasokan.

Nomura memperkirakan kenaikan harga penyimpanan pada kuartal II 2026 akan “secara signifikan melampaui ekspektasi sebelumnya”, di mana kenaikan harga komoditas DRAM dan NAND secara kuartalan akan masing-masing mencapai 51% dan 50%. Angka ini dibandingkan prediksi sebelumnya sebesar 6% dan 20% menunjukkan “lompatan berorde” yang bersifat ekstrem.

Berdasarkan ekspektasi kuat terhadap pergerakan harga, Nomura menaikkan target harga SK Hynix dari 156 juta won Korea menjadi 193 juta won Korea, atau naik 24%, serta menegaskan rating “buy”. Nomura menilai bahwa koreksi harga saham baru-baru ini akibat dampak situasi di Timur Tengah adalah peluang yang sangat baik bagi investor untuk membeli saat harga turun.

Kebutuhan AI mengubah logika industri

Dalam laporannya, Nomura menganalisis secara mendalam mengapa siklus penyimpanan dapat “melewati” fluktuasi ekonomi makro. Salah satu logika utamanya adalah: kapital belanja (capex) AI mendorong “bull market” penyimpanan jangka panjang.

Nomura berpendapat bahwa, berkat dorongan gelombang AI, siklus investasi perusahaan teknologi besar akan menjadi kekuatan dominan bagi industri AI. Pertumbuhan permintaan yang kuat yang dipicu oleh belanja modal perusahaan teknologi raksasa untuk AI membuat siklus mereka “lebih panjang dan lebih berkelanjutan dibanding siklus kenaikan harga minyak dalam jangka pendek”. Sebaliknya, porsi permintaan yang terkait dengan perangkat konsumsi yang sensitif terhadap kondisi makro (PC dan smartphone) telah turun tajam, dari 60% sepuluh tahun lalu menjadi kurang dari 30% saat ini. Hal ini memberikan dasar yang kokoh bagi stabilitas jangka panjang industri penyimpanan.

Nomura menggambarkan tren pengembangan AI sebagai “black hole” bagi kebutuhan penyimpanan. Ketika kebutuhan AI bergeser dari chatbot percakapan teks sederhana menuju agen tingkat perusahaan, dari pemicu berbasis teks menuju multimodal, kebutuhan memori sedang mengalami segmentasi: beralih dari yang berpusat pada HBM/LPDDR menuju DDR untuk RAG, serta SSD generasi berikutnya untuk pemrosesan konteks yang lebih besar.

Model bisnis “kontrak jangka panjang” meningkatkan stabilitas

Nomura meyakini bahwa sorotan lain di industri penyimpanan adalah adanya perubahan model bisnis yang sedang berlangsung. Untuk menghadapi kekurangan pasokan yang berkelanjutan, pemasok penyimpanan dan pelanggan sedang aktif beralih ke kontrak jangka panjang (LTA).

Nomura menulis dalam laporannya: “Karena kekurangan pasokan mungkin bertahan dalam jangka panjang, kami berpendapat bahwa pemasok pabrik penyimpanan sedang mencari kontrak jangka panjang (LTA) yang berkelanjutan, bukan sekadar menaikkan harga. Pelanggan juga secara proaktif meminta pemasok untuk menandatangani LTA guna memenuhi kebutuhan memori AI yang terus tumbuh.”

Diketahui bahwa perjanjian-perjanjian ini mencakup ketentuan seperti pembayaran di muka (sebagai uang jaminan), jaminan kapasitas, dan skema penetapan harga. Nomura berpendapat bahwa meskipun belum pasti apakah LTA dapat sepenuhnya melindungi dari siklus, industri penyimpanan sedang beralih dari “berbasis pasar spot” ke “berbasis perencanaan jangka panjang”, yang akan secara signifikan meningkatkan stabilitas profitabilitas.

Pertumbuhan lambat di sisi pasokan: kesenjangan mungkin berlanjut hingga 2028

Di sisi pasokan, kesimpulan Nomura relatif pesimistis. Laporan tersebut menekankan bahwa meskipun permintaan meledak, pertumbuhan pasokan akan tetap berada dalam kondisi kekurangan setidaknya sampai awal 2028.

Nomura menegaskan bahwa penyimpanan (terutama HBM yang menangani penalaran dan pelatihan kompleks) masih menjadi hambatan kunci bagi AI. Laporan tersebut menulis: “Menambah pasokan memori agar dapat mengejar pertumbuhan permintaan yang tinggi masih memerlukan waktu fisik… setidaknya sampai awal 2028, pertumbuhan pasokan tidak akan mampu mengimbangi pertumbuhan permintaan penyimpanan yang tinggi.”

Bahkan jika raksasa seperti SK Hynix memiliki arus kas yang kuat, karena terkendala oleh siklus perluasan kapasitas dan hambatan teknis, dalam jangka pendek kapasitas tidak dapat diperbesar secara signifikan.

Nomura memprediksi bahwa laba operasional SK Hynix pada 2026 dan 2027 akan masing-masing dinaikkan 36% dan 37%, menjadi 256 triliun won Korea dan 365 triliun won Korea. Untuk imbal hasil kas yang menjadi perhatian investor, Nomura memperkirakan bahwa imbal hasil free cash flow (FCF) SK Hynix pada tahun fiskal 2026 akan mencapai 19%, dengan daya tarik penilaian (valuation) yang signifikan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan