Survei Baru Tampilkan Adopsi AI Perusahaan Semakin Meningkat, tetapi Skala Masih Menjadi Tantangan Utama

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Temukan berita dan acara fintech teratas!

Berlangganan buletin FinTech Weekly

Dibaca oleh eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna, dan lainnya


Kecerdasan Buatan (AI) Tingkat Perusahaan Mendapat Daya Tarik, tetapi Masalah Skalabilitas Tetap Berlanjut, Temuan Survei DataIQ Baru

AI semakin tertanam dalam alur kerja perusahaan, tetapi adopsi skala besar terus menghadapi hambatan yang sudah familiar. Gambaran tersebut muncul dari laporan baru DataIQ dan Blend, yang menyurvei profesional senior data dan analitik di berbagai industri, termasuk anggota dari daftar DataIQ 100.

Studi ini menangkap bagaimana alat AI diterapkan di berbagai perusahaan—dan di bagian mana alat tersebut masih belum memenuhi harapan.

Lebih dari setengah organisasi yang disurvei melaporkan memiliki setidaknya 12 aplikasi AI yang digunakan, yang sering kali diterapkan dalam uji konsep (proof-of-concept) yang terisolasi. Namun, 28% masih melaporkan hanya menggunakan 3–5 aplikasi, yang menunjukkan kesulitan untuk berkembang dari pengujian awal ke implementasi yang lebih luas. Angka-angka ini menegaskan adanya lintasan yang tidak merata dalam cara perusahaan beralih dari eksperimen menuju penerapan AI ke dalam sistem operasional.

Meskipun minat pada integrasi AI terus meningkat—selera untuk adopsi di seluruh perusahaan naik 25% dibandingkan tahun 2023—investasi pada elemen dasar masih terbatas. Hanya sepertiga responden yang mengatakan organisasi mereka memprioritaskan pelatihan atau manajemen perubahan untuk alat AI, yang mengarah pada potensi ketidakselarasan antara ambisi strategis dan kesiapan implementasi.

Laporan ini juga mencerminkan perubahan cara generative AI digunakan dalam lingkungan perusahaan. Penggunaan dalam rekayasa data telah lebih dari dua kali lipat selama setahun terakhir, dengan 65% responden kini menerapkan generative AI untuk mendukung fungsi data sisi belakang (backend). Pada tahun 2023, angka itu hanya berada di 28%.

Di luar tingkat implementasi, laporan ini juga mengeksplorasi peran kepemimpinan dan budaya organisasi dalam membentuk hasil AI. Perusahaan dengan strategi data yang matang tampak lebih siap untuk mengintegrasikan AI secara lebih sistematis, sementara perusahaan yang lebih mengandalkan pengambilan keputusan berbasis intuisi menunjukkan lintasan adopsi yang lebih lambat.

Kepercayaan dan tata kelola juga terus membentuk kecepatan dan efektivitas penerapan AI. Saat organisasi menghadapi pengawasan regulasi dan kekhawatiran risiko internal, struktur formal untuk pengawasan dan akuntabilitas semakin dipandang sebagai kebutuhan agar bisa menskalakan secara bertanggung jawab.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun AI menjadi fitur standar dalam perencanaan perusahaan, kemampuan untuk mengoperasionalkannya masih beragam. Banyak bisnis masih menghadapi kesenjangan antara ambisi dan eksekusi—terutama dalam hal memberdayakan tenaga kerja, memastikan transparansi, dan mengintegrasikan AI ke dalam lingkungan legacy yang kompleks.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan