Menteri Luar Negeri Belgia Sinyalkan Kesiapan Mengirim Penjinak Ranjau ke Selat Hormuz

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN) Belgia telah menyatakan kesediaan untuk berkontribusi pada kapal penyapu ranjau guna mengamankan Selat Hormuz setelah situasi di kawasan tersebut stabil, demikian disampaikan dalam laporan.

Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mengatakan kepada radio lokal bahwa negara tersebut terbuka untuk ikut serta dalam sebuah koalisi internasional guna membantu menjaga jalur air strategis itu, seraya menekankan bahwa pengerahan akan dilakukan ketika kondisi memungkinkan.

Ia menyebut bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron baru-baru ini membahas masalah tersebut dengan Perdana Menteri Belgia Bart De Wever dan mengatakan bahwa Belgia dapat ikut dalam koalisi yang beranggotakan 32 negara dengan “porsi yang proporsional”.

Prevot menegaskan bahwa bergabung dengan misi semacam itu tidak boleh ditafsirkan sebagai dukungan terhadap intervensi AS-Israel di Iran, yang ia gambarkan telah dimulai “di luar hukum internasional.”

Ia menambahkan bahwa situasi tersebut harus secara saksama “dikelola” karena dampaknya terhadap ekonomi Eropa, seraya memperingatkan bahwa “jangan terlalu cepat mengumumkan kemenangan” terkait klaim Washington bahwa mereka telah berhasil melakukan perubahan rezim di Iran.

Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken juga mengonfirmasi di media sosial bahwa “Belgia akan bergabung dengan koalisi yang bersedia untuk menjamin pelayaran maritim yang bebas melalui Selat Hormuz.” Ia menjelaskan bahwa Belgia tengah berkoordinasi dengan Prancis dan mitra lainnya serta akan bertindak “jika kondisi di kawasan tersebut memungkinkan untuk hal itu, seperti gencatan senjata.”

Francken menyoroti pentingnya strategis selat tersebut, dengan mengatakan, “Kebebasan navigasi sangat penting bagi keamanan dan stabilitas ekonomi kami.”

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian sejak 2 Maret, ketika Iran mengumumkan pembatasan navigasi dan memperingatkan bahwa kapal mana pun yang mencoba melintas tanpa koordinasi dapat menjadi sasaran. Dengan sekitar 20 juta barel minyak yang melintasi selat itu setiap hari, pembatasan ini telah mendorong harga minyak global, biaya pengiriman, dan tarif asuransi, sehingga memunculkan kekhawatiran ekonomi di seluruh dunia.

MENAFN30032026000045017640ID1110918355

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan