Konflik di Asia Barat Mungkin Kurangi Pertumbuhan India Sebesar 1%: Ernst & Young

(MENAFN- AsiaNet News)

Dampak Potensial terhadap Pertumbuhan dan Inflasi

Konflik yang berkelanjutan di Asia Barat dapat memangkas sekitar satu poin persentase dari pertumbuhan ekonomi India dan mendorong inflasi jika gangguan tersebut berlanjut, menurut sebuah laporan oleh Ernst & Young.

Edisi terbaru laporan tersebut, ‘Economy Watch: Monitoring India’s macro-fiscal performance’, memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik yang berkepanjangan dapat membebani prospek makroekonomi India melalui harga energi yang lebih tinggi dan gangguan pasokan.

“Konflik yang berkelanjutan di Timur Tengah telah secara signifikan mengganggu pasar minyak mentah dan energi global dengan memengaruhi pasokan, penyimpanan, transportasi, dan harga,” kata laporan tersebut. Laporan itu menambahkan bahwa jika dampak konflik terus berlanjut hingga tahun fiskal berikutnya, lintasan pertumbuhan India bisa melemah sementara tekanan inflasi bisa meningkat.

“Jika dampak tersebut berlanjut sepanjang FY27, kami perkirakan pertumbuhan PDB riil India dapat terkikis sekitar 1 poin persentase, sementara inflasi CPI dapat naik sekitar 1,5 poin persentase dari estimasi dasar masing-masing sebesar 7 persen dan 4,0 persen,” demikian pernyataan laporan itu.

Laporan tersebut mencatat bahwa risikonya muncul pada saat perekonomian India justru menunjukkan momentum yang kuat. “Indikator berfrekuensi tinggi untuk Januari dan Februari 2026 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, ada sinyal awal adanya perlambatan tertentu karena tantangan yang ditimbulkan oleh ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung,” katanya.

Kerentanan terhadap Guncangan Eksternal

Dengan menyoroti saluran transmisi dari guncangan tersebut, laporan itu menekankan kerentanan India terhadap gangguan pasar energi global. “India, yang mengimpor hampir 90 persen kebutuhan minyak mentahnya, juga sangat bergantung pada impor gas alam dan pupuk. Akibatnya, perekonomian India sangat rentan terhadap guncangan eksternal seperti itu,” kata laporan tersebut.

Laporan itu juga memperingatkan bahwa dampaknya dapat merembet lintas sektor, memengaruhi kondisi pasokan dan permintaan. “Beberapa sektor, termasuk sektor yang padat karya seperti tekstil, cat, bahan kimia, pupuk, semen, dan ban, dapat terdampak secara langsung… Akibatnya, kondisi pasokan dan permintaan dapat terpengaruh secara merugikan oleh gangguan pasar minyak global,” tambah laporan tersebut.

Tanda-Tanda Awal Tekanan Ekonomi

Laporan itu juga menyoroti tanda-tanda awal melunaknya aktivitas sektor swasta di tengah meningkatnya tekanan biaya. “PMI manufaktur turun ke level terendah dalam empat setengah tahun… sementara tekanan biaya menguat sebagaimana tercermin dari biaya input dan biaya penjualan yang meningkat pada laju tercepat masing-masing dalam 45 dan tujuh bulan,” catatnya.

Respons Kebijakan dan Prakiraan

Mengingat risiko yang terus berkembang, laporan tersebut menyarankan bahwa dukungan kebijakan mungkin diperlukan untuk meredam dampaknya. “Sebagai respons, GoI mungkin perlu menerapkan kebijakan kontra-siklis yang substansial,” katanya, sambil menambahkan bahwa ketentuan fiskal tambahan mungkin diperlukan untuk mengelola volatilitas yang timbul dari kondisi global.

Terlepas dari hambatan-hambatan ini, India diperkirakan akan tetap menjadi salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia, meskipun pertumbuhan bisa melambat jika ketegangan geopolitik berlanjut, tambah laporan itu. (ANI)

(Kecuali untuk judul, kisah ini belum diedit oleh staf English Asianet Newsable dan diterbitkan dari umpan sindikasi.)

MENAFN30032026007385015968ID1110917730

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan