Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Tiongkok dan Pakistan Serukan untuk Mencegah Penyebaran Konflik Timur Tengah
Pakistan sedang mengupayakan perundingan antara AS dan Iran, sementara Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Dar di Beijing, untuk bertukar pandangan mengenai situasi di wilayah Teluk dan Timur Tengah. Kedua belah pihak menyerukan agar permusuhan segera dihentikan, sepenuhnya mencegah meluas dan membesar-besarnya konflik, serta secepatnya memulihkan pelayaran normal di Selat Hormuz.
Xinhua yang terbit pada malam hari memuat inisiatif bersama Tiongkok-Pakistan yang memuat lima poin untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di wilayah Teluk dan Timur Tengah, dan menyebutkan bahwa prinsip untuk menjaga keselamatan target non-militer tidak boleh dilanggar selama konflik bersenjata. Seruan itu meminta semua pihak segera menghentikan serangan terhadap warga sipil dan target non-militer, serta menghentikan serangan terhadap fasilitas infrastruktur penting seperti energi, desalinasi air laut, kelistrikan, dan fasilitas nuklir sipil damai seperti pembangkit listrik tenaga nuklir.
Dalam inisiatif tersebut, Tiongkok dan Pakistan menyerukan agar semua pihak melindungi keselamatan kapal dan awak yang berada di perairan di dalam Selat Hormuz, mengatur agar kapal-kapal urusan sipil dan niaga dapat melewati jalur tersebut secepat mungkin dengan aman, serta secepatnya memulihkan pelayaran normal di selat itu.
Tiongkok dan Pakistan juga menganjurkan agar perundingan segera dibuka, mendukung para pihak terkait untuk memulai pembicaraan, serta pihak-pihak lain harus berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara damai. Selain itu, selama masa perundingan, pihak-pihak yang berkonflik tidak boleh menggunakan atau mengancam penggunaan kekuatan.
Inisiatif itu menekankan bahwa kedaulatan, integritas wilayah, kemandirian, dan keamanan Iran serta negara-negara di Teluk harus dijaga. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalur yang dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan konflik.
Selain itu, Tiongkok dan Pakistan berpendapat bahwa harus menjalankan multilateral yang benar-benar nyata, bersama-sama mendorong peningkatan peran penting Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta mendukung kesepakatan untuk membangun kerangka kerja perdamaian komprehensif dan mencapai perdamaian yang berkelanjutan berdasarkan tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum internasional.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin memperingatkan bahwa jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz, AS akan menghancurkan fasilitas energi dan sumur minyak Iran. Pada hari Selasa, ia juga mendorong negara-negara yang tidak membantu AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran untuk membeli minyak AS, dan pergi ke Selat Hormuz untuk langsung merebut dan mengisi bahan bakar.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada hari Selasa dalam sebuah pengarahan mengatakan bahwa AS sangat jelas mengenai tindakan apa yang diambil China dan Rusia untuk membantu Iran, dan akan menanggapinya jika perlu. Ia juga menyatakan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi periode kunci dalam konflik Timur Tengah, serta menyebut bahwa pasukan bersenjata Iran telah mengalami fenomena pembelotan massal.