Saya baru saja mengingatkan teman tentang sebuah pola candlestick yang cukup menarik dalam analisis teknikal — yaitu hanging man. Pola ini biasanya muncul saat pasar sedang mengalami kenaikan yang kuat, lalu secara mendadak memberi sinyal peringatan.



Cara mengenalinya cukup sederhana. Sebuah candlestick hanging man akan memiliki sumbu bawah yang sangat panjang, sementara bagian tubuhnya sangat kecil, hampir tidak memiliki sumbu atas. Hal ini terjadi ketika harga dibuka, kemudian ditekan turun jauh, tetapi kekuatan beli kembali mendorong harga mendekati level pembukaan. Hasilnya membentuk sebuah pola yang cukup khas di grafik.

Faktanya, pola candlestick ini terbentuk dalam konteks tren naik. Ketika muncul, pola ini menunjukkan bahwa penjual mulai masuk ke pasar, dan kekuatan beli sebelumnya mungkin sudah tidak sekuat dulu lagi. Inilah sebabnya mengapa pola ini dianggap sebagai sinyal potensi pembalikan tren.

Saya membaca sebuah studi dari Universitas Vanderbilt tentang pola candlestick dan efektivitasnya. Menurut studi tersebut, hanging man memiliki tingkat keberhasilan sekitar 59% dalam memprediksi pembalikan tren turun. Angka ini tidak terlalu tinggi, tetapi cukup untuk menarik perhatian banyak trader saat melihatnya di grafik. Tentu saja, tidak disarankan mengandalkan satu pola saja, melainkan harus dikombinasikan dengan indikator lain agar pengambilan keputusan lebih akurat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan