Dampak Perang Timur Tengah: Harga Minyak Naik, Saham Turun, Ekonomi Global Merasakan Tekanan

(MENAFN- AsiaNet News)

Pasar keuangan global menunjukkan tanda kekhawatiran baru pada Selasa ketika harga minyak melonjak dan bursa saham turun. Para investor menjadi lebih hati-hati setelah keraguan meningkat tentang apakah Amerika Serikat dan Iran sudah dekat dengan kesepakatan damai apa pun. Pasar sebelumnya menunjukkan kenaikan kuat sehari sebelumnya setelah Donald Trump mengatakan ada“perbincangan yang sangat baik” dengan Iran dan menunda serangan yang direncanakan di lokasi energi. Namun, harapan itu cepat memudar ketika Iran membantah bahwa negosiasi apa pun sedang berlangsung.

Harga minyak naik tajam

Harga minyak bergerak naik kuat lagi setelah jatuh pada hari sebelumnya. Brent naik kembali di atas $100 per barel, sementara US West Texas Intermediate juga mengalami kenaikan tajam. Para ahli mengatakan konflik yang masih berlangsung dan ketidakpastian membuat para pedagang tetap gelisah. Selat Hormuz, rute penting untuk pengiriman minyak, tetap ditutup, menambah tekanan pada pasokan global.

Kathleen Brooks, analis pasar, mengatakan perang masih belum berakhir dan pasar membutuhkan tanda-tanda perdamaian yang lebih jelas sebelum kepercayaan kembali.

Saham jatuh di AS dan Eropa

Bursa saham di Eropa dan Amerika Serikat turun setelah reli sebelumnya kehilangan tenaga. Indeks-indeks utama di New York dibuka lebih rendah, sementara pasar Eropa juga diperdagangkan dengan warna merah sepanjang hari.

Dow Jones turun sebesar 0.9 persen, S & P 500 turun sebesar 0.5 persen, dan Nasdaq juga melemah 0.5 persen. Di Eropa, FTSE 100 London, CAC 40 Paris, dan DAX Jerman semuanya mencatat kerugian.

Sebaliknya, pasar Asia ditutup lebih tinggi lebih awal pada hari itu, mengejar kenaikan yang terjadi pada Senin.

Keraguan atas klaim Trump

Situasi menjadi lebih tidak pasti setelah Iran menolak klaim adanya kemajuan dalam pembicaraan. Pejabat Iran mengatakan tidak ada negosiasi yang berlangsung dan menuduh AS berusaha memengaruhi pasar minyak dan pasar keuangan.

Segera setelah pernyataan Trump tentang penundaan serangan, muncul laporan bahwa fasilitas gas dan sebuah pipa terkena serangan baru, menambah kebingungan dan ketakutan di pasar.

Analis mengatakan investor kini mempertanyakan apakah optimisme sebelumnya didasarkan pada kemajuan nyata atau hanya sinyal sementara.

Aktivitas perdagangan yang tidak biasa memunculkan pertanyaan

Laporan dari media keuangan utama mengatakan sejumlah besar kontrak minyak diperdagangkan hanya beberapa menit sebelum Trump mengumumkan penghentian serangan. Aktivitas yang tidak biasa ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis, yang mempertanyakan apakah sebagian pedagang memiliki informasi lebih awal dan bertindak berdasarkan itu.

Mereka yang bertaruh pada harga yang jatuh tepat sebelum pengumuman akan meraih keuntungan ketika pasar bereaksi dengan cepat.

Zona euro menunjukkan tanda perlambatan

Dampak ekonomi dari perang semakin jelas, terutama di Eropa. Sebuah survei bisnis utama menunjukkan aktivitas di zona euro melambat pada bulan Maret. Indeks HCOB Flash Purchasing Managers turun menjadi 50.5 dari 51.9 pada Februari. Meskipun angka di atas 50 masih menunjukkan pertumbuhan, penurunan tajam tersebut mengisyaratkan momentum yang lebih lemah.

Para ahli memperingatkan bahwa harga energi yang meningkat dan masalah rantai pasok menghambat pertumbuhan ekonomi. Situasi ini sering disebut sebagai“stagflasi”, yaitu ketika harga naik tetapi pertumbuhan melambat.

Krisis energi menyebar secara global

Dampak konflik dirasakan di banyak negara. Filipina menyatakan keadaan darurat energi nasional karena kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar dan biaya yang terus meningkat. Pemerintah telah mengizinkan pembayaran di muka untuk mengamankan bahan bakar dan berencana meningkatkan produksi listrik berbasis batu bara untuk menjaga harga listrik tetap terkendali.

Di Sri Lanka, otoritas telah mengambil langkah untuk mengurangi penggunaan energi. Lampu jalan, papan neon, dan papan reklame telah dimatikan, dan masyarakat diminta untuk menurunkan pemakaian listrik. Harga bahan bakar di negara itu sudah naik tajam.

Harga bahan bakar melonjak di Bangladesh

Bangladesh juga terdampak oleh meningkatnya biaya energi. Negara itu menaikkan harga bahan bakar jet sebesar 79 persen sebagai respons terhadap situasi tersebut.

Sejak awal konflik, harga bahan bakar penerbangan di sana naik lebih dari 100 persen. Hal ini diperkirakan akan memengaruhi operasi maskapai penerbangan dan harga tiket.

Perjalanan udara terganggu di seluruh dunia

Sektor penerbangan menghadapi tantangan serius akibat perang. Beberapa maskapai telah memperpanjang penangguhan penerbangan di seluruh Timur Tengah karena kekhawatiran keselamatan. Lufthansa membatalkan semua penerbangan di wilayah tersebut hingga akhir April. Air France-KLM dan Cathay Pacific juga telah memperpanjang penangguhan pada rute-rute penting.

Pembatalan ini memengaruhi rencana perjalanan dan menambah tekanan pada perusahaan maskapai. Saham maskapai penerbangan utama bahkan sudah jatuh sebagai akibatnya.

Kekurangan bahan bakar mengganggu maskapai di Asia

Maskapai penerbangan nasional Vietnam telah memutuskan untuk mengurangi penerbangan domestik karena kekurangan bahan bakar. Otoritas penerbangan mengatakan hampir dua lusin penerbangan per minggu akan dibatalkan mulai bulan depan.

Maskapai juga mempertimbangkan untuk menambahkan biaya ekstra pada tiket untuk menutupi biaya bahan bakar yang terus meningkat.

Layanan teknologi terdampak

Konflik tersebut juga mengganggu layanan digital. Amazon Web Services melaporkan adanya masalah di Bahrain setelah serangan drone di wilayah tersebut.

Beberapa layanan pemerintah daring tidak berfungsi, menunjukkan bagaimana dampak perang menyebar melampaui sekadar energi dan transportasi.

Mata uang dan indikator pasar

Pasar mata uang juga menunjukkan pergerakan ketika investor merespons situasi tersebut. Dolar AS menguat terhadap yen Jepang, sementara euro dan pound melemah terhadap dolar.

Perubahan-perubahan ini mencerminkan pergeseran menuju aset yang lebih aman di masa-masa yang tidak pasti.

Secara keseluruhan, situasi tetap tidak pasti karena pasar bereaksi terhadap sinyal yang beragam. Meskipun ada harapan awal terhadap kesepakatan damai, perkembangan terbaru membuat investor lebih berhati-hati. Para ahli mengatakan kemajuan yang jelas dan berkelanjutan dalam pembicaraan diperlukan untuk menenangkan pasar. Sampai saat itu, harga minyak mungkin tetap tinggi, dan pasar global bisa tetap tidak stabil.

(Dengan masukan dari lembaga-lembaga)

MENAFN24032026007385015968ID1110902066

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan