Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya semakin sering melihat orang di sekitar membeli emas, dari pola pikir "makan tanah" hingga "menambang emas" yang benar-benar menarik perhatian. Tapi saya perhatikan banyak orang sebenarnya tidak terlalu paham tentang logika menjaga nilai emas, mereka melihat orang lain semua seru-seruan langsung ikut beli, padahal ini cukup berisiko. Hari ini saya ingin berbagi pandangan saya tentang topik ini.
Pertama-tama harus jujur, apakah emas benar-benar menjaga nilai? Memang memiliki atribut pelestarian nilai, tapi "pelestarian" ini mungkin tidak seperti yang kamu bayangkan. Banyak orang menganggap emas sebagai tempat berlindung, saat gejolak ekonomi bisa melindungi aset, itu benar. Masalahnya, pelestarian nilai biasanya hanya terasa saat kamu mencairkan emas tersebut. Kalau kamu membeli perhiasan emas dan menyimpannya di rumah, tidak bisa menghasilkan pendapatan, malah harus khawatir kehilangan atau dicuri, ini agak memalukan.
Lebih menyakitkan lagi adalah kekeliruan antara barang konsumsi dan barang investasi. Banyak teman ingin mengelola keuangan, tapi malah membeli perhiasan emas dengan biaya tinggi dan merek terkenal yang harganya tinggi. Saat ingin mencairkan, harga jualnya hanya mengikuti harga emas internasional, tidak peduli biaya pengerjaanmu, akhirnya jadi "beli mahal jual murah". Dari sudut pandang investasi, perhitungan ini sebenarnya tidak menguntungkan.
Mengenai hal ini, ada yang bertanya kepada saya: jika sekarang saya diberi satu juta rupiah, apakah saya akan membeli emas? Jawaban saya adalah akan membeli, tapi pasti tidak akan seru-seruan semua. Saya akan menganggap uang ini sebagai uang tidak terpakai dan mengelolanya dengan pola pikir "penyusunan strategi", bukan untuk spekulasi.
Lalu, bagaimana cara membelinya? Saya tidak akan menggunakan satu juta rupiah untuk membeli gelang emas besar atau perhiasan rumit. Jika benar-benar ingin berinvestasi, saya akan memilih membeli batangan emas atau menabung emas, karena biayanya lebih rendah dan pencairannya lebih lancar di masa depan. Untuk jumlahnya, sesuai saran dari lembaga profesional, proporsi emas dalam aset keluarga biasanya sekitar 5%-15%. Saat ini harga emas berada di posisi relatif tinggi, saya akan lebih berhati-hati, mungkin hanya mengeluarkan 3000 sampai 5000 rupiah secara bertahap, bukan langsung sekaligus.
Bagi saya, peran emas lebih seperti "batu penyeimbang" daripada "alat kekayaan". Emas bisa berfungsi sebagai penyeimbang saat saham jatuh tajam atau mata uang melemah, itulah nilai sebenarnya. Selain itu, jika berupa koin peringatan tertentu atau perhiasan dengan kerajinan yang sangat bagus, itu lebih karena suka, saya bersedia membayar premi, tapi saya tahu ini adalah "konsumsi" bukan "investasi".
Beberapa saran untuk teman-teman yang ingin membeli emas. Pertama, harus jelas tujuan: jika untuk dipakai dan dihias, cukup beli perhiasan emas, pilih model yang disukai, jangan terlalu khawatir dengan fluktuasi harga emas; jika untuk investasi dan pelestarian nilai, beli batangan emas, koin emas, atau ETF emas, semakin simpel semakin baik. Kedua, jangan terburu-buru mengikuti tren harga tinggi. Saat ini harga emas di posisi tinggi relatif, volatilitasnya bisa meningkat, jangan takut naik lalu langsung beli semuanya, metode investasi rutin (dollar-cost averaging) biasanya lebih stabil. Terakhir, waspadai kesalahan psikologis, keserakahan membuatmu enggan menjual saat harga naik, ketakutan membuatmu panik jual saat harga turun, dan ikut-ikutan tren bisa membuat uang hidupmu ikut terkuras.
Pada akhirnya, emas bukanlah sesuatu yang remeh dan bukan obat mujarab. Anggap saja sebagai "pelindung" dalam portofolio aset, bukan sebagai "senapan mesin". Apakah emas menjaga nilai? Ya, tapi dengan syarat kamu mengelolanya dengan cara yang tepat. Kalau sekarang saya diberi satu juta rupiah, saya akan mengaturnya secara rasional, sisanya untuk keperluan keuangan dan kehidupan.