Pemerintah Telangana Akan Memperluas Kereta Metro, Meninjau Hambatan dan Tantangan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN- AsiaNet News)

Pemerintah Telangana telah memutuskan untuk melaksanakan proyek ekspansi Metro Rail dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas bagi masyarakat dan permintaan dari berbagai lapisan masyarakat di negara bagian tersebut, demikian rilis tersebut.

Pada hari Sabtu, pemerintah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap hambatan dan tantangan yang ditimbulkan untuk mengambil alih ekspansi Metro Rail.

Rincian Ekspansi Metro Hyderabad

Jaringan Metro Fase I yang ada membentang total sejauh 69 km. Pemerintah negara bagian mengajukan proposal untuk ekspansi Fase II(A) (mencakup 76,4 kilometer) dan Fase II(B) (mencakup 86,1 kilometer) kepada Pemerintah Uni.

Negara Bagian Akan Mengambil Alih Operasi Fase I

Pemerintah negara bagian menyampaikan status terkini dari situasi terkait ekspansi Hyderabad Metro. Meskipun kereta Metro Fase I saat ini berada di bawah manajemen swasta, pemerintah telah mempertimbangkan tantangan teknis, legal, dan operasional yang terlibat dalam pelaksanaan Fase II melalui usaha patungan oleh pemerintah negara bagian dan pemerintah pusat.

Untuk mengatasi isu-isu yang diajukan oleh Pemerintah Pusat, Dewan ini menyetujui keputusan Pemerintah Negara Bagian, yang akan dieksekusi melalui HMRL, untuk mengambil alih jaringan Metro Fase I dari perusahaan L & T. Oleh karena itu, Dewan yang terhormat menegaskan keputusan yang diambil oleh Pemerintah Negara Bagian terkait proses pengambilalihan Metro Fase I dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

Selanjutnya, Dewan ini mendesak Pemerintah Negara Bagian untuk melakukan upaya yang lebih giat guna memperoleh persetujuan Pemerintah Pusat untuk Metro Rail Fase II sesegera mungkin.

Langkah Legislatif dan Kebijakan Baru yang Disetujui

Sebelumnya, Kabinet Negara Bagian Telangana telah menyetujui serangkaian langkah legislatif dan kebijakan yang luas untuk mencerminkan dorongan yang terukur terhadap pengaturan sosial, perluasan kesejahteraan, dan akuntabilitas kelembagaan. Keputusan-keputusan yang mencakup isu mulai dari ujaran kebencian hingga perlindungan ekonomi gig dan infrastruktur publik menunjukkan upaya untuk merespons tantangan sosial dan ekonomi yang muncul sekaligus memperkuat kerangka tata kelola.

RUU Ujaran Kebencian dan Pencegahan Kejahatan

Inti dari keputusan Kabinet adalah persetujuan RUU Telangana tentang Ujaran Kebencian dan Pencegahan Kejahatan Kebencian, 2026. Rancangan peraturan ini berupaya untuk mengatasi kekhawatiran yang terus meningkat terkait konten yang memecah belah dan pidato yang mengganggu keharmonisan komunal. Dengan menargetkan unggahan yang didorong kebencian serta retorika provokatif yang dapat memicu kekerasan atau kerusuhan, RUU ini mencoba menciptakan daya gentar hukum terhadap polarisasi sosial, khususnya di era yang didominasi oleh komunikasi digital yang cepat. (ANI)

(Kecuali judul, kisah ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan diterbitkan dari umpan tersindikasikan.)

MENAFN29032026007385015968ID1110914520

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan