Saya telah banyak berpikir tentang psikologi siklus pasar akhir-akhir ini, dan jujur saja, memahami pola emosional ini benar-benar mengubah cara saya mendekati investasi. Ada kerangka klasik yang memecah apa yang sebenarnya dirasakan investor saat pasar bergerak, dan luar biasanya, perilaku manusia menjadi sangat dapat diprediksi begitu kita mengenali pola tersebut.



Jadi begini biasanya jalannya: Setelah pasar bearish yang brutal, ketika harga akhirnya mulai naik, kebanyakan orang tidak percaya. Itu adalah fase ketidakpercayaan. Mereka mengira ini hanyalah bounce sementara. Tapi perlahan, seiring keadaan terus membaik, optimisme hati-hati mulai muncul. Orang mulai berpikir mungkin keadaan benar-benar membaik, jadi mereka mulai mencoba-coba.

Lalu semangat mengambil alih. Peluang tampak tak terbatas, portofolio mencetak keuntungan, dan tiba-tiba semua orang membicarakannya. Saat itulah FOMO mulai muncul dengan keras dan orang mulai menginvestasikan lebih banyak uang ke pasar. Psikologi siklus pasar benar-benar terlihat di sini karena kepercayaan terus berkembang sampai mencapai euforia—momen puncak di mana orang benar-benar percaya harga akan naik selamanya. Tanpa koreksi, tanpa penarikan, hanya upside tak terbatas.

Tapi pasar tidak bekerja seperti itu. Penurunan datang, dan kecemasan mulai muncul terlebih dahulu. Orang mulai khawatir dengan posisi mereka. Kemudian datang penolakan—mereka meyakinkan diri bahwa ini hanya sementara, hanya noise. Tapi tekanan jual meningkat, ketakutan menguasai, dan tiba-tiba orang menjadi putus asa untuk keluar. Saat itulah penjualan panik dimulai dan harga ambruk. Fase capitulation sangat brutal; investor menyerah dan menjual semuanya.

Dasarnya ditandai oleh keputusasaan. Semua orang merasa depresi, pasar terasa mati, dan kebanyakan orang sudah benar-benar keluar dari permainan. Lalu perlahan, hampir tak terlihat, keadaan mulai pulih. Tapi inilah masalahnya—investor masih tidak percaya. Skeptisisme itu membawa kita kembali ke ketidakpercayaan, dan seluruh siklus berulang lagi.

Apa yang saya pelajari dari mempelajari psikologi siklus pasar adalah bahwa emosi adalah musuh utama. Ketika Anda bisa menyebutkan apa yang Anda rasakan dan mengenali di tahap mana Anda berada, Anda sudah setengah jalan untuk membuat keputusan yang lebih baik. Alih-alih bertindak berdasarkan ketakutan atau keserakahan, Anda bisa mundur dan berpikir secara rasional. Itulah keunggulan sejati.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan