Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya baru menyadari bahwa banyak pemula dalam trading crypto masih bingung tentang konsep dasar seperti Entry, Stop Loss, dan Take Profit. Hari ini saya akan berbagi hal-hal yang saya pelajari dari pengalaman trading.
Mari kita mulai dengan Entry terlebih dahulu. Entry adalah titik masuk posisi Anda, yaitu harga di mana Anda mulai membeli atau menjual suatu aset. Jika Anda menutup posisi tepat di titik Entry ini, maka dianggap impas. Cukup sederhana, bukan?
Tapi yang penting adalah setelah masuk posisi, Anda harus tahu cara melindungi diri. Di sinilah fungsi Stop Loss berperan. Stop Loss atau SL membantu Anda secara otomatis menutup kerugian ketika harga turun ke level yang ditentukan. Untuk posisi Buy, Stop Loss harus lebih rendah dari Entry. Sedangkan untuk posisi Sell, Stop Loss harus lebih tinggi dari Entry. Yang penting adalah jangan menempatkan Stop Loss terlalu dekat dengan Entry karena pasar sering bergejolak dan Anda bisa terkena stop hunt.
Sekarang mari kita bahas apa itu Take Profit. Take Profit atau TP adalah perintah yang memungkinkan Anda secara otomatis mengamankan keuntungan saat harga mencapai level yang diinginkan. Untuk posisi Buy, Take Profit harus lebih tinggi dari Entry. Untuk posisi Sell, Take Profit harus lebih rendah dari Entry. Saya biasanya menempatkan TP lebih tinggi dari SL untuk mengoptimalkan keuntungan, dengan cara ini posisi yang mengunci profit akan menutupi posisi yang mengalami kerugian.
Apa manfaat menempatkan kedua perintah ini sebelumnya? Pertama, Anda menghemat waktu karena tidak perlu terus-menerus memantau transaksi. Kedua, Anda mengurangi tekanan psikologis karena sudah menentukan level take profit dan stop loss yang dapat diterima, biasanya sekitar 0.5 sampai 1% dari akun. Ketiga, Anda dapat mengoptimalkan keuntungan dengan mengelola rasio risk reward yang masuk akal.
Namun, ada juga kekurangan yang perlu diperhatikan. Kadang pasar bergejolak keras, Anda bisa terkena stop hunt lalu harga kembali lagi. Atau posisi Anda saat Entry sangat bagus tetapi terkena Take Profit terlalu cepat, lalu harga terus naik. Tapi meskipun begitu, pengaturan SL dan TP tetap sangat penting, terutama dalam trading Futures karena tanpa Stop Loss Anda bisa kehilangan seluruh akun.
Tujuan saya adalah mendapatkan keuntungan kecil tapi bertahan lama. Ketika Anda mulai trading secara profesional, Take Profit dan Stop Loss adalah dua perintah wajib dipasang untuk setiap transaksi agar menghemat waktu dan meningkatkan efektivitas. Itulah rahasia agar bertahan lama di pasar crypto.