Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini saya menyadari betapa banyak orang yang bingung dengan istilah vesting dan cliff saat menganalisis proyek baru. Ini penting dipahami jika ingin menilai prospek nyata dari token.
Vesting adalah ketika token dari tim, investor, dan pengembang tidak dirilis sekaligus, melainkan secara bertahap selama periode tertentu. Sedangkan cliff adalah periode awal di mana token benar-benar dikunci dan tidak dapat diperdagangkan oleh siapa pun. Setelah periode ini selesai, proses pelepasan bertahap pun dimulai.
Mengapa ini diperlukan? Sangat sederhana. Saat meluncurkan proyek baru, token didistribusikan kepada pengembang, pendiri, investor awal, dan penyedia likuiditas. Tapi kepentingan mereka berbeda-beda — ada yang menginginkan pertumbuhan jangka panjang, ada juga yang hanya menunggu saatnya untuk cepat mendapatkan keuntungan dan pergi. Vesting membantu menyeimbangkan kepentingan ini.
Tanpa mekanisme vesting, pendiri atau investor awal bisa melakukan rug pull klasik: mendapatkan token dari ICO, langsung menjual semuanya dengan harga maksimal, dan menghilang, meninggalkan investor jangka panjang tanpa apa-apa. Vesting mencegah hal ini terjadi. Jika pendiri menerima token secara bertahap selama beberapa tahun, mereka tidak bisa begitu saja menjual seluruh volume ke pasar sekaligus.
Ini membawa beberapa keuntungan. Pertama, harga token menjadi lebih stabil karena tidak ada lonjakan penawaran yang tiba-tiba. Kedua, mendukung desentralisasi — token didistribusikan secara lebih merata. Ketiga, menciptakan motivasi bagi tim dan investor untuk memikirkan pengembangan jangka panjang proyek, bukan keuntungan cepat.
Contoh menarik — dYdX. Pada Desember 2023, terjadi cliff untuk volume token yang signifikan dari proyek ini. Itu berarti investor, karyawan, dan pemegang lainnya akan mulai melepas token mereka. Momen seperti ini biasanya memberi tekanan besar pada harga, karena pasar tiba-tiba menerima volume penawaran yang besar. Oleh karena itu, trader berpengalaman memantau tanggal cliff dan vesting — ini bisa menjadi indikator yang baik untuk menganalisis potensi pergerakan harga.
Saat melihat proyek baru, ada baiknya memeriksa grafik vesting-nya. Jika pendiri mendapatkan semua token dalam satu bulan — itu tanda merah. Jika vesting berlangsung selama beberapa tahun dengan cliff yang masuk akal — itu tanda baik. Ini menunjukkan bahwa pembuat proyek benar-benar tertarik pada keberhasilan jangka panjang, bukan hanya keuntungan cepat.