Kamu tahu, aku sudah lama mengamati bagaimana pemula dalam trading mencari solusi ajaib untuk memulihkan kerugian. Dan sering kali mereka terjebak pada Martingale. Kedengarannya menarik: kalah - tingkatkan posisi berikutnya, dan akhirnya kamu akan profit. Tapi dalam praktiknya, semuanya jauh lebih rumit.



Pertama, sedikit sejarah. Martingale berasal dari kasino, di mana pemain memasang taruhan yang digandakan setelah setiap kekalahan. Ide dasarnya sederhana: suatu saat pasti akan menang, dan semua kerugian akan tertutup. Trader dengan cepat mengadopsi logika ini dan mulai menerapkan trading dengan Martingale di pasar keuangan, tetapi alih-alih menggandakan, mereka menggunakan peningkatan persentase.

Dalam trading, trading dengan Martingale bekerja melalui averaging. Kamu membeli aset, harga turun, lalu membuka posisi baru dengan volume yang lebih besar. Harga rata-rata masuk menjadi lebih rendah, dan bahkan sedikit rebound harga bisa menutup semua posisi dengan keuntungan. Kedengarannya logis, bukan?

Mari kita lihat contoh konkret. Kamu punya $100. Mulai dengan posisi $10, lalu setiap kali meningkat 20%. Posisi pertama - $10, kedua - $12, ketiga - $14.4, keempat - $17.28, kelima - $20.74. Total terpakai $74.42. Kedengarannya terkendali, tapi masalahnya adalah jika harga tidak berbalik di saat yang tepat, uang mungkin tidak cukup untuk posisi berikutnya.

Di sinilah muncul kelemahan utama dari pendekatan ini. Pertama, tekanan psikologis. Setiap kali membuka posisi baru dengan jumlah yang lebih besar, stres meningkat. Kedua, risiko nyata kehilangan seluruh deposit. Jika pasar mengalami penurunan berkepanjangan tanpa rebound - dan ini sering terjadi - trading dengan Martingale berubah menjadi bencana.

Aku pernah melihat trader mulai dengan peningkatan 10%, tampaknya semuanya terkendali, tapi kemudian satu atau dua hari gagal - dan deposit hilang. Penyebabnya sederhana: mereka tidak menghitung berapa banyak posisi yang bisa mereka buka dengan modal mereka.

Jika kamu tetap ingin menggunakan strategi ini, berikut hal penting yang harus diingat. Batasi peningkatan persentase menjadi maksimal 10-20%. Hitung terlebih dahulu berapa banyak posisi yang bisa kamu buka. Jangan taruh seluruh deposit di posisi pertama, sisakan cadangan. Dan yang paling penting - perhatikan tren. Jika aset terus turun tanpa berhenti, sebaiknya jangan melakukan averaging sama sekali.

Rumus perhitungannya sederhana: setiap posisi berikutnya sama dengan posisi sebelumnya dikalikan dengan (1 + persen peningkatan). Dengan 20%, posisi awal $10 akan membentuk rangkaian $10, $12, $14.4, $17.28, $20.74. Dengan 10%, rangkaian akan lebih lembut: $10, $11, $12.1, $13.31, $14.64 - totalnya sekitar $61.

Kesimpulannya sederhana: trading dengan Martingale bukanlah sihir, melainkan alat dengan risiko sangat tinggi. Strategi ini hanya berhasil jika kamu disiplin mengontrol deposit dan mengikuti aturan. Untuk pemula, aku sarankan jangan gunakan strategi ini sama sekali, atau lakukan pengujian dengan volume minimal. Dan ingat - emosi dan terburu-buru adalah musuh utama. Tradinglah secara sadar, kelola risiko, dan jangan biarkan pasar mengejutimu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan