Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya sedang mempelajari sejarah Bitcoin dan menemukan sebuah kisah yang sangat diremehkan.
Semua orang tahu tentang peristiwa terkenal pada 22 Mei 2010—peristiwa pizza itu—di mana seorang programmer membeli dua pizza Papa John's dengan 10000 BTC. Tapi ada satu pertanyaan: siapa sih yang menerima 10000 BTC itu? Kenapa tidak ada yang peduli dengan orang ini?
Jawabannya adalah Jeremy Sturdivant, pemuda berusia 19 tahun saat itu. Orang ini melihat permintaan transaksi gila di forum Bitcoin dan langsung menyetujuinya tanpa ragu. Bayangkan, seorang pemuda berusia 19 tahun, di masa ketika Bitcoin masih dianggap sebagai lelucon oleh kebanyakan orang, berani menukar sejumlah besar mata uang virtual untuk pizza nyata. Betapa beraninya dan seberapa besar kepercayaan dirinya terhadap hal baru?
Tapi di situlah cerita menjadi menarik. Jeremy Sturdivant tidak seperti para pengikut Bitcoin di kemudian hari yang memegang erat-erat koin mereka. Dia menggunakan, atau lebih tepatnya, membelanjakannya. Saat itu, Bitcoin sama sekali tidak dianggap sebagai sesuatu yang berharga, apalagi sebagai aset yang melindungi nilai. Bagi Jeremy Sturdivant, itu hanyalah sebuah eksperimen, sebuah transaksi dunia nyata. Dia pernah mengatakan dalam wawancara bahwa dia tidak pernah menyesal membelanjakan koin-koin itu, karena saat itu mereka hanyalah sekumpulan kode.
Di situlah yang saya anggap paling menarik. Kita selalu mengingat orang yang "kalah"—Laszlo, yang membelanjakan 10000 BTC—sebagai contoh buruk. Tapi Jeremy Sturdivant? Dia seperti menghilang begitu saja. Dia tidak menjadi selebriti Bitcoin, tidak berkeliling memberi ceramah, dan tidak menulis autobiografi. Dia hanya diam di sana, mewakili gambaran nyata dari pengguna awal Bitcoin.
Sekarang, harga BTC berfluktuasi di sekitar $66.86K, dan jika kita melihat kembali cerita ini, rasanya semakin ajaib. Tapi pertanyaannya adalah, tanpa orang seperti Jeremy Sturdivant yang benar-benar menggunakan Bitcoin sebagai alat tukar, bukan sebagai alat spekulasi, mungkin Bitcoin tidak akan sampai ke titik ini hari ini.
Jadi, lain kali saat kamu merayakan Hari Pizza Bitcoin, jangan hanya memikirkan berapa nilai 10000 koin itu sekarang. Pikirkan Jeremy Sturdivant, dan mereka yang sejak awal menggunakan Bitcoin untuk transaksi nyata. Mereka adalah pahlawan tak dikenal yang membuat semua ini mungkin. Kisah Bitcoin bukan hanya tentang kekayaan yang hilang, tetapi juga tentang orang-orang yang percaya pada masa depan.