Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pernah bertanya-tanya bagaimana harga sebenarnya ditetapkan saat Anda melakukan trading? Jawabannya terletak pada sesuatu yang disebut buku pesanan, dan jujur saja, memahaminya bisa mengubah cara Anda mendekati pasar sepenuhnya.
Jadi apa sebenarnya buku pesanan itu? Bayangkan sebagai papan skor langsung yang menunjukkan setiap pesanan beli dan jual yang menunggu untuk dipasangkan. Di satu sisi ada pembeli yang mengatakan 'Saya akan bayar sebanyak ini,' dan di sisi lain penjual yang mengatakan 'Saya ingin sebanyak itu.' Ini pada dasarnya adalah jendela waktu nyata ke apa yang sebenarnya diinginkan pasar pada saat tertentu.
Ketika Anda membuka antarmuka trading, biasanya Anda akan melihat buku pesanan langsung di layar Anda. Tata letaknya bervariasi tergantung platform yang Anda gunakan, tetapi konsepnya selalu sama. Anda melihat dua kolom: tawaran (apa yang orang ingin beli) dan permintaan (apa yang orang ingin jual). Setiap entri menunjukkan harga dan berapa volume yang tersedia pada harga tersebut.
Inilah hal tentang buku pesanan yang membuatnya benar-benar berguna. Mereka terus bergerak. Pesanan baru masuk, orang membatalkan pesanan mereka, perdagangan dieksekusi. Inilah aliran dinamis yang memberi tahu Anda apa yang sebenarnya terjadi di pasar. Jika Anda melihat banyak pesanan beli menumpuk di level harga tertentu, itu bisa menjadi support. Sebuah dinding jual besar di atas harga saat ini? Itu mungkin resistance.
Komponennya sederhana. Pesanan beli terdaftar dari harga tertinggi ke terendah, karena pembeli ingin membayar lebih sedikit. Pesanan jual dari harga terendah ke tertinggi, karena penjual ingin mendapatkan lebih banyak uang. Selisih antara tawaran tertinggi dan permintaan terendah disebut spread. Spread yang sempit biasanya berarti pasar likuid dan mudah diperdagangkan.
Salah satu cara keren untuk memvisualisasikan semua ini adalah melalui grafik kedalaman (depth chart). Alih-alih hanya melihat angka, Anda melihat kurva yang menunjukkan berapa banyak volume yang berada di setiap level harga. Tawaran muncul dalam warna hijau, permintaan dalam merah. Grafik ini jauh lebih mudah untuk melihat di mana support dan resistance yang sebenarnya berada, dibandingkan hanya melihat angka-angka.
Trader menggunakan buku pesanan untuk beberapa hal utama. Pertama, menemukan level support dan resistance yang kita sebutkan tadi. Kedua, memeriksa apakah ada cukup likuiditas untuk masuk dan keluar dari posisi tanpa menggerakkan harga terlalu banyak. Ketiga, mencoba memprediksi ke mana pasar akan bergerak selanjutnya dengan melihat di mana volume terkonsentrasi.
Sekarang, inilah bagian penting yang banyak orang lewatkan: buku pesanan bisa dimanipulasi. Seseorang bisa menempatkan dinding jual besar-besaran agar terlihat seperti ada resistance besar, lalu menariknya begitu harga mendekat. Ini disebut spoofing, dan kejadian ini lebih sering terjadi dari yang Anda kira. Jadi meskipun buku pesanan berguna, jangan menganggapnya sebagai kebenaran mutlak. Gabungkan dengan alat dan indikator lain untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Saat Anda benar-benar menempatkan pesanan, Anda berhadapan dengan beberapa jenis. Market order dieksekusi segera pada harga berapa pun yang tersedia, jadi cepat tetapi Anda mungkin tidak mendapatkan harga yang tepat. Limit order memungkinkan Anda menetapkan harga tertentu dan menunggu pasar datang ke situ, memberi Anda kendali tetapi tidak ada jaminan eksekusi. Stop order bersyarat, yang akan aktif saat harga mencapai level tertentu, sangat bagus untuk mengelola risiko.
Inti dari semuanya adalah memahami bagaimana buku pesanan bekerja memberi Anda keuntungan besar. Anda benar-benar melihat penawaran dan permintaan secara real-time. Tapi ingat, ini hanyalah satu alat dalam kotak peralatan Anda. Pasar itu kompleks, dan meskipun buku pesanan menunjukkan apa yang sedang terjadi saat ini, itu tidak menjamin apa yang akan terjadi selanjutnya. Gunakan dengan bijak, gabungkan dengan analisis lain, dan Anda akan membaca pasar seperti seorang profesional.