Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apakah kalian pernah mendengar tentang skandal terbesar dalam sejarah acara kuis? Nah, pada tahun 2001, Charles Ingram menjadi tokoh utama dalam salah satu penipuan paling absurd yang pernah terjadi di televisi. Dan semuanya menjadi semakin gila ketika polisi menemukan bahwa semuanya adalah bagian dari konspirasi yang jauh lebih besar.
Situasinya terjadi di acara Who Wants to Be a Millionaire. Ingram mulai dengan perlahan-lahan, menghabiskan nyawa dengan cepat. Tampaknya dia akan keluar dengan tangan kosong. Tapi kemudian, tiba-tiba, semuanya berubah. Dia mulai menjawab dengan akurasi yang menakutkan. Produser merasa sangat curiga.
Mereka memperhatikan sesuatu yang sangat unik: suara batuk dari penonton. Bukan batuk acak, bukan. Setiap kali jawaban yang benar disebutkan, seseorang batuk. Dan siapa yang ada di sana? Tepat sekali, istri Charles Ingram, Diana. Lebih aneh lagi: dia dan saudara laki-lakinya sebelumnya sudah memenangkan 32 ribu pound di acara tersebut. Mereka berdua adalah pecandu kuis.
Mereka mencatat 192 batuk selama episode tersebut. Bukan kebetulan, ini jelas sebuah sistem. Tapi cerita tidak berakhir di Charles Ingram dan istrinya. Para penyelidik menemukan sesuatu yang jauh lebih dalam: sebuah kelompok bernama The Consortium.
Kelompok ini adalah profesional. Dipimpin oleh seorang maniak acara kuis bernama Paddy Spooner, mereka menguasai sistem. Mereka meretas proses seleksi peserta, menipu di babak awal, dan memberi jawaban kepada peserta. Antara 2002 dan 2007, kelompok ini bertanggung jawab atas 44% dari seluruh uang hadiah. Hampir setengah dari kemenangan berasal dari skema bawah tanah penipuan.
Ketika semuanya terungkap, polisi menangkap Charles Ingram dan menghukumnya. Tapi kemudian muncul perdebatan: beberapa jurnalis, seperti Bob Woffinden, berpendapat bahwa dia hanyalah kambing hitam, bahwa kasus ini terlalu lemah. Dia menyebutnya sebagai pemburu penyihir media.
Tapi kenyataannya, kisah Charles Ingram tetap dikenang sebagai salah satu penipuan TV terbesar yang pernah ada. Ada semuanya: keserakahan, pengkhianatan, jaringan rahasia penipu acara kuis, dan konspirasi yang tak terduga. Pertanyaan yang tersisa adalah: apakah Charles Ingram adalah otak di balik semuanya atau hanya pion dalam permainan yang keluar dari kendalinya?