Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Majelis Harus Menjadi Kuil Debat Konstruktif: Pembicara Rajasthan
(MENAFN- IANS) Jaipur, 30 Maret (IANS) Ketua DPRD Rajasthan, Vasudev Devnani, menekankan bahwa sidang-sidang legislatif tidak boleh menjadi arena kegaduhan dan gangguan, melainkan harus berfungsi sebagai kuil bagi musyawarah yang serius, bermartabat, dan konstruktif—institusi yang membimbing kesejahteraan publik serta memperkuat demokrasi.
Ia menyampaikan hal itu dalam sesi pembukaan konferensi dua hari bagi legislator muda yang diadakan di Dewan Legislatif Madhya Pradesh di Bhopal.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Utama Madhya Pradesh, Dr Mohan Yadav, Ketua Majelis Narendra Singh Tomar, dan Pimpinan Oposisi.
Devnani menyatakan bahwa Dewan Legislatif bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dari jiwa demokrasi—sebuah platform tempat para wakil terpilih menyuarakan aspirasi, harapan, dan keprihatinan rakyat.
Mengubah forum sakral tersebut menjadi ruang yang kacau dan penuh gangguan, katanya, akan merongrong nilai-nilai demokratis serta kepercayaan yang diberikan warga kepadanya.
Ia menegaskan bahwa pembahasan di dalam sidang harus berlandaskan pada logika, fakta, dan tata krama. Isu-isu publik harus dibahas dengan kesungguhan, kebijakan ditelaah secara ketat, dan solusi dikejar secara konstruktif. Bahkan di tengah perbedaan, martabat dialog harus tetap dijaga.
Ia mendesak para legislator untuk bersikap dengan sikap menahan diri, disiplin, dan penuh keluwesan, melampaui kritik personal serta mengutamakan kepentingan negara bagian dan bangsa.
Dengan menyoroti pentingnya partisipasi pemuda, Devnani mengatakan bahwa konferensi ini merupakan platform yang bermakna untuk membentuk masa depan demokrasi India.
Dengan menghimpun legislator muda dari Madhya Pradesh, Chhattisgarh, dan Rajasthan, ia menggambarkan pertemuan itu sebagai “Triveni Sangam” energi legislatif. Wakil-wakil muda, katanya, mewujudkan bonus demografis bangsa dan dapat memainkan peran transformatif dalam perumusan kebijakan dengan perspektif baru mereka.
Ia menyarankan legislator muda untuk mempersiapkan diri secara matang sebelum berbicara di dalam sidang, mengangkat isu-isu yang relevan demi kepentingan publik, serta memastikan akuntabilitas melalui tanya jawab yang aktif.
Pada saat yang sama, mereka juga harus belajar dari para pemimpin senior, mengikuti studi berkelanjutan, serta memanfaatkan perpustakaan dan materi rujukan.
Devnani menekankan bahwa demokrasi melampaui pemilihan umum dan membutuhkan keterlibatan berkelanjutan antara perwakilan dan warga.
Ia menyerukan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat keterlibatan tersebut dan meningkatkan transparansi.
Dengan merujuk pada inisiatif digital seperti platform NeVA dalam visi “One Nation–One Application”, ia mencatat bahwa alat-alat semacam itu membuat proses legislasi menjadi lebih mudah diakses dan lebih akuntabel.
Ia juga menegaskan pentingnya komite-komite legislatif, dengan menyebutnya sebagai“mini-legislatures” yang memainkan peran krusial dalam memastikan akuntabilitas pemerintah.
Ia menganjurkan peningkatan jumlah sidang Majelis, dengan mencatat bahwa Dewan Legislatif Rajasthan sudah menggelar 24 sidang dan upaya sedang dilakukan untuk meningkatkannya menjadi 35.
Dengan merujuk pada visi “Viksit Bharat 2047”, ia mengatakan bahwa tujuannya melampaui pertumbuhan ekonomi menuju pembangunan yang inklusif. Ia mendesak legislator muda untuk mengambil peran utama di bidang-bidang kunci seperti inovasi, startup, pengembangan keterampilan, aksi iklim, dan inklusi digital.
Devnani mengakhiri dengan menyerukan agar para wakil muda mengubah lembaga-lembaga legislatif menjadi platform untuk debat yang bermakna dan dialog berorientasi solusi, melampaui politik yang mengganggu.
Ia menyatakan keyakinan bahwa hasil konferensi tersebut akan semakin memperkuat institusi-institusi demokratis.
MENAFN30032026000231011071ID1110919494