Mantan Menteri Perdagangan AS, Gutierrez: Perbedaan antara China dan AS akan selalu ada, tetapi dunia membutuhkan mereka untuk mencapai harmoni

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Tanya AI · Perbedaan model ekonomi Tiongkok-AS bagaimana memengaruhi kerukunan dunia?

Pada sesi forum “Pola perdagangan global baru di bawah dampak perang tarif” di Konferensi Tahunan Forum Asia Boao 2026 yang diadakan pada sore hari 24 Maret, mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Gutierrez, menyampaikan pandangannya tentang lanskap perdagangan global saat ini, hubungan Tiongkok-AS, dan arah masa depan. Ia terus terang mengatakan bahwa perdagangan global “tidak akan kembali lagi pada masa yang dapat diprediksi oleh kita”.

Gutierrez dalam pidatonya menyatakan bahwa, menghadapi situasi perdagangan saat ini, orang selalu bertanya satu hal: apakah kita harus mundur, dan apakah kita bisa kembali ke seperti sebelumnya?

Jawaban beliau adalah: “Kembali membutuhkan waktu yang lama, bisa balik? Mungkin bisa balik, tetapi pada masa yang dapat diprediksi oleh kita, tidak akan kembali—terlalu banyak hal yang sudah hancur.” Ia menekankan bahwa AS telah keluar dari 7 lembaga, dan ekonomi terkena dampak besar, sehingga tidak bisa sekadar mengatakan kembali ke keadaan sebelumnya, dan juga sulit untuk kembali.

Dalam konteks perang tarif yang terus berlangsung, Gutierrez mengamati bahwa perjanjian perdagangan bebas masih terus ditandatangani dan dirundingkan, tetapi perjanjian FTA ini akan melunakkan standar dan persyaratan WTO mengenai transparansi. Ia mengatakan bahwa saat ini memperkuat standar-standar tersebut bukanlah lingkungan yang baik, dan ia lebih berharap Tiongkok dan AS dapat mencapai sebuah kesepakatan.

Gutierrez menegaskan bahwa topik yang bermakna mendalam pada zaman sekarang adalah bagaimana Tiongkok dan AS sama-sama mengambil satu langkah mundur, agar dua model ini bisa hidup berdampingan secara damai dan dilakukan koordinasi. Ia menyoroti bahwa perbedaan model Tiongkok dan AS sangat besar, tetapi pada masa lalu kedua model itu sama-sama sangat berhasil. “Kita harus mencapai sebuah kesimpulan: Tiongkok dan AS adalah dua sistem yang berbeda, dan keanekaragaman ini akan terus ada. Mereka adalah dua negara terbesar di dunia, dan dunia membutuhkan agar kedua negara ini mencapai keharmonisan.”

Ia menjadikan contoh investasi kendaraan listrik dari Tiongkok, dan menyatakan bahwa Tiongkok mulai melakukan penataan sejak 2012; kini telah menguasai 50% pangsa pasar kendaraan listrik dunia. Sementara itu, inisiatif “Sabuk dan Jalan” yang berawal dari kebangkitan Jalur Sutra kini telah mencapai skala 5,3 triliun dolar AS. Ia berpendapat bahwa jenis investasi modal yang terpusat, serta investasi negara pada industri strategis, sangat efektif di Tiongkok.

Gutierrez percaya bahwa koordinasi antara dua ekonomi besar Tiongkok dan AS adalah masalah terbesar yang dihadapi saat ini. “Bagaimana membuat dua ekonomi ini menjadi lebih harmonis, sehingga semua orang merasa ada peluang, dan menemukan cara agar kedua model bisa terkoordinasi.” Ia menyerukan agar mulai menyadari bahwa kedua model ini sama-sama dapat berjalan.

 	Mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gutierrez mengunjungi pameran bertema “Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan berstandar tinggi”, merasakan pengalaman VR Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan    

**Artikel ini merupakan naskah eksklusif dari Guancha, dan tanpa izin, tidak boleh dimuat ulang.**
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan