Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Harga Emas Naik Tipis, Lonjakan Harga Energi Tekan Harapan Penurunan Suku Bunga
Harga emas global bergerak naik tipis pada perdagangan Senin (30/3/2026), ditopang aksi beli saat harga turun (dip-buying).
Namun, penguatan ini tertahan oleh lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan semakin meredupkan peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat tahun ini.
Mengacu data hingga pukul 07.55 GMT, harga emas spot naik 0,8% ke level US$4.526,67 per ons troi, setelah sempat melemah 1% di awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 0,7% ke US$4.554 per ons.
Pergerakan harga emas dinilai masih akan fluktuatif dalam waktu dekat, seiring derasnya sentimen pasar global.
Kepala pasar institusional global ABC Refinery, Nicholas Frappell, menyebut pergerakan emas pekan lalu yang memutus tren penurunan tiga pekan mengindikasikan potensi pembalikan arah. “Namun, perlu konfirmasi lebih lanjut dari pergerakan harga pekan ini,” ujarnya.
Di sisi lain, lonjakan harga energi menjadi faktor penahan kenaikan emas. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga di atas US$115 per barel setelah serangan kelompok Houthi Yaman ke Israel pada akhir pekan, yang memperluas konflik di kawasan.
Sepanjang Maret, harga Brent telah melesat sekitar 60%, menjadi kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah.
Kenaikan harga energi ini meningkatkan tekanan inflasi global, yang pada akhirnya memperkecil ruang bagi bank sentral AS untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Pelaku pasar kini melihat peluang pemangkasan suku bunga tahun ini semakin kecil, berbanding terbalik dengan ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sebelum konflik memanas.
Secara teori, inflasi tinggi biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, suku bunga yang tetap tinggi justru menjadi beban bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Pasar kini menantikan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam acara di Harvard, serta komentar Presiden The Fed New York John Williams, yang diharapkan memberi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Sepanjang bulan ini, harga emas tercatat telah merosot lebih dari 14%, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008.
Tekanan juga datang dari penguatan dolar AS yang naik lebih dari 2% sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari. Meski demikian, secara kuartalan emas masih mencatat kenaikan sekitar 5%.
Frappell menegaskan pelemahan emas belakangan ini tidak lepas dari perubahan besar dalam ekspektasi suku bunga global yang turut mendorong penguatan dolar AS.
Sementara itu, logam mulia lainnya turut menguat. Harga perak spot naik 1,2% ke US$70,43 per ons, platinum melonjak 2,8% ke US$1.914,55, dan palladium menguat 3,4% ke US$1.423,77 per ons.