Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Trump mengancam "Selanjutnya adalah Kuba" lalu segera menarik kembali "Berpura-pura saya tidak pernah mengucapkan kalimat itu"
Setelah AS melakukan aksi militer terhadap Venezuela dan Iran, Presiden AS Trump pada tanggal 27 mengeluarkan ancaman terhadap Kuba, dengan mengatakan, “Berikutnya adalah Kuba.”
Trump pada hari itu, dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Miami, Florida, mengatakan, “Sekadar menyela, berikutnya adalah Kuba… sangat terima kasih. Kuba adalah yang berikutnya.”
Setelah AS melancarkan serangan militer berskala besar terhadap Venezuela pada awal tahun ini, AS semakin meningkatkan tekanan terhadap Kuba, termasuk menerapkan langkah pembatasan minyak putaran baru. Pada tanggal 15 bulan ini, Trump menyatakan bahwa, “pertama urus Iran, lalu Kuba.”
Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Deksio, mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh media AS pada tanggal 22 bahwa pasukan Kuba sedang bersiap menghadapi kemungkinan invasi militer yang dilakukan AS. (Reporter: Huang Qiang, Xu Jianmei, Hu Yousong; Video: Ni Yuanshi)
Informasi dalam jumlah besar, analisis yang akurat—semuanya ada di aplikasi Sina Finance
责任编辑:韦子蓉