Para teman yang melakukan trading kontrak seharusnya pernah merasa bingung dengan masalah ini, yaitu harus menggunakan mode full margin atau isolated margin? Hari ini saya akan menjelaskan perbedaan inti dari kedua mode ini secara jelas.



Pertama, mari kita bahas perbedaan paling mendasar: dalam mode full margin, semua saldo di akun Anda dapat digunakan untuk mempertahankan posisi, dan sistem akan secara otomatis menambah margin jika diperlukan; sedangkan dalam mode isolated margin, setiap posisi memiliki margin yang terpisah, kerugian hanya akan mempengaruhi posisi tersebut, tidak akan berdampak pada seluruh akun Anda.

Secara spesifik, logika dari full margin adalah sebagai berikut. Saat membuka posisi, Anda perlu menyetor margin awal. Ketika kerugian posisi mencapai batas margin pemeliharaan, sistem akan otomatis menambahkan margin dari saldo tersedia Anda. Jika saldo tersedia tidak cukup, sistem akan melakukan likuidasi paksa. Ini berarti risiko dan keuntungan dihitung secara gabungan untuk seluruh akun, dan jika kerugian melebihi total saldo, posisi akan dilikuidasi.

Mode isolated margin justru sebaliknya. Margin untuk posisi tersebut hanya digunakan untuk posisi saat ini, sistem tidak akan otomatis menambah margin, melainkan Anda harus melakukannya secara manual. Keuntungan dari ini adalah, meskipun posisi dilikuidasi, kerugian maksimal yang Anda tanggung adalah margin yang Anda setorkan untuk posisi tersebut, tanpa mempengaruhi dana lain.

Saya akan berikan contoh nyata. Misalnya Anda dan teman masing-masing memiliki 2000U, dan keduanya membuka posisi long BTC dengan leverage 10x, masing-masing menggunakan margin awal 1000U. Jika BTC turun ke harga likuidasi, Anda kehilangan 1000U dan posisi dilikuidasi, saldo tersisa 1000U. Teman Anda, karena menggunakan full margin, sistem otomatis menambah margin dan posisi tetap terbuka. Jika BTC rebound, dia mungkin bisa balik rugi; tetapi jika terus turun, dia bisa kehilangan seluruh 2000U.

Lalu, bagaimana memilih? Keunggulan dari full margin adalah kemampuan tahan kerugian yang lebih baik, tidak mudah terkena margin call dalam kondisi pasar bergejolak, dan operasinya juga relatif lebih sederhana. Tapi risiko utamanya adalah, dalam kondisi ekstrem, seluruh saldo bisa hilang. Sebaliknya, isolated margin risiko lebih terkendali, tetapi Anda harus aktif mengelola margin dan ketat mengontrol jarak antara harga likuidasi dan harga mark, agar posisi tidak mudah dilikuidasi.

Mengenai perhitungan margin, ada rumus yang bisa dijadikan acuan: Margin posisi = nilai posisi dibagi leverage, ditambah margin tambahan, dikurangi margin yang berkurang, ditambah keuntungan/kerugian unrealized. Risiko likuidasi dihitung berdasarkan margin posisi dan margin pemeliharaan. Biasanya platform akan memberi peringatan saat risiko mencapai 70%, dan akan melakukan likuidasi otomatis jika melebihi 100%. Perhitungan risiko likuidasi untuk isolated margin adalah (margin pemeliharaan / margin posisi) x 100%, sedangkan untuk full margin adalah (margin pemeliharaan / saldo tersedia + margin posisi) x 100%.

Sebagian besar bursa secara default menawarkan pilihan mode full margin, dengan leverage maksimal hingga 100x. Namun, perlu diperhatikan bahwa saat Anda memiliki order terbuka, Anda tidak bisa beralih antara full margin dan isolated margin, dan juga tidak bisa mengubah leverage.

Secara umum, full margin cocok untuk trader berpengalaman dengan toleransi risiko tinggi, sedangkan isolated margin lebih cocok untuk mereka yang ingin melakukan pengelolaan risiko secara lebih detail. Pilihan mode tergantung pada gaya trading dan preferensi risiko masing-masing.
BTC1,99%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan