Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Christian Catalini: AI akan mengubah pasar kerja, profesi pemrograman menghadapi otomatisasi yang tidak merata, dan keahlian manusia tetap penting dalam pengambilan keputusan | Bankless
Poin-poin penting
Perkenalan tamu
Christian Catalini adalah Co-Founder dan Chief Strategy Officer di Lightspark, serta Founder MIT Cryptoeconomics Lab dan Research Scientist di MIT Sloan School of Management. Ia ikut menciptakan Diem (dulu Libra) dan menjabat sebagai Chief Economist dari Diem Association. Penelitiannya mengkaji ekonomi AI, teknologi blockchain, dan inovasi.
Dampak sosial dari AI
AI sedang mengubah ekonomi dan pasar kerja, menimbulkan kecemasan publik.
— Christian Catalini
Memahami dampak sosial AI sangat penting untuk struktur pekerjaan di masa depan.
— Christian Catalini
Transisi ke teknologi baru akan cepat dan menantang.
— Christian Catalini
Potensi AI sering kali diremehkan, meskipun ada tantangannya.
— Christian Catalini
Dampak AI pada profesi pengkodean
Otomatisasi AI akan sangat berdampak pada pengkodean, terutama pada posisi tingkat awal.
— Christian Catalini
Perubahan dalam pengkodean akibat AI akan tidak mulus (jagged), dengan otomatisasi yang tidak merata.
— Christian Catalini
AI akan mengotomatisasi praktik pengkodean yang sudah mapan, tetapi akan kesulitan pada area yang baru.
— Christian Catalini
Kemampuan AI saat ini dalam pengkodean menyoroti keterbatasannya pada domain yang baru.
Peran keahlian manusia dalam AI
Perbedaan antara keahlian yang terukur dan yang tidak terukur adalah hal kunci.
— Christian Catalini
Mesin dapat meniru keahlian yang terukur, tetapi tidak penilaian manusia.
Memahami keterbatasan ini sangat penting untuk mengintegrasikan AI ke dalam pengambilan keputusan.
Keterbatasan AI menekankan pentingnya pengawasan manusia dalam tugas-tugas yang kompleks.
Peran keahlian manusia tetap kritis pada area yang membutuhkan penilaian.
AI dan batasan kognisi manusia
AI menantang batasan tradisional kognisi manusia dalam proses yang sedang berjalan.
— Christian Catalini
Kemajuan AI mengubah cara kita memandang kecerdasan dan pengambilan keputusan.
Institusi yang dirancang di sekitar kecerdasan yang langka perlu ditinjau ulang.
— Christian Catalini
Dampak AI menuntut peninjauan ulang paradigma organisasi.
Integrasi kecerdasan superbuatan
Integrasi AI akan mengarah pada masyarakat yang kompleks dengan fokus pada verifikasi.
— Christian Catalini
Pengawasan manusia akan menjadi hal yang krusial untuk memastikan AI menghormati maksud manusia.
Hubungan yang terus berkembang antara manusia dan AI akan membentuk dinamika sosial.
Kemajuan AI menyoroti perlunya verifikasi dan pengawasan manusia.
Masyarakat masa depan akan memerlukan manusia untuk berfokus pada memverifikasi tindakan AI.