Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja menemukan sesuatu yang menarik – ada teori siklus pasar selama 150 tahun yang sebenarnya masuk akal jika kita melihat pola sejarah.
Pada tahun 1875, seorang ekonom bernama Samuel Benner memperhatikan sesuatu yang aneh tentang pasar keuangan. Dia mengamati bahwa siklus boom dan bust tampaknya mengikuti irama yang dapat diprediksi, dan dia memetakan kapan harus menghasilkan uang berdasarkan tiga periode berbeda yang berulang sekitar setiap 18-20 tahun.
Berikut penjelasannya: Pertama, ada tahun-tahun panik – pikirkan 1927, 1945, 1965, 1981, 1999, 2019, dan melihat ke depan ke 2035, 2053. Selama periode ini, pasar cenderung runtuh dan krisis keuangan melanda dengan keras. Nasihat Benner? Tetap berhati-hati, jangan panik jual, cukup tahan.
Lalu ada tahun-tahun boom – periode ketika menghasilkan uang jika tahu kapan keluar. Tahun seperti 1928, 1935, 1960, 1973, 1989, 2000, 2007, 2016, 2020 menyaksikan lonjakan harga besar-besaran. Pasar pulih dengan potensi kenaikan yang signifikan. Jika Anda menangkap jendela ini, menjual dan mengambil keuntungan masuk akal.
Akhirnya, ada fase resesi – 1924, 1931, 1942, 1951, 1978, 1985, 1996, 2005, 2012, 2023, 2032. Harga tertekan, ekonomi melambat. Ini sebenarnya peluang membeli terbaik jika Anda yakin. Beli saham, tanah, komoditas – apa pun yang Anda percayai – lalu tahan sampai siklus boom berikutnya datang.
Polanya sederhana: beli saat semua orang takut (C), tunggu pemulihan (B), jual saat keserakahan memuncak (A). Ulangi.
Jelas, ini bukan kebenaran mutlak. Pasar jauh lebih kompleks sekarang – geopolitik, gangguan teknologi, perubahan kebijakan, perang, pandemi – semuanya mengacaukan siklus ini. Tapi sebagai kerangka jangka panjang untuk memahami psikologi pasar dan mengidentifikasi periode kapan harus menghasilkan uang? Ini cukup relevan. Layak disimpan dalam model mental Anda.