Survei丨Warga Hong Kong Menghabiskan 23% dari Pengeluaran Keluarga untuk Perjalanan Luar Negeri Lebih dari Setengah Menggunakan AI untuk Mengatur Jadwal Perjalanan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Visa merilis “Studi 5.0 tentang Kebiasaan dan Pilihan Pembayaran Konsumen Visa: Perilaku dan Preferensi Wisatawan Luar Negeri di Hong Kong”. Studi ini menunjukkan bahwa 88% warga Hong Kong yang berwisata ke luar negeri mengatakan akan mempertahankan atau meningkatkan anggaran perjalanan mereka; pengeluaran tersebut menyumbang 23% dari total pengeluaran rumah tangga. Ini mencerminkan bahwa berwisata ke luar negeri telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Hong Kong dan tidak lagi dianggap sebagai pengeluaran mewah. Selain itu, penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam perjalanan ke luar negeri semakin meluas, dan 53% mengatakan mereka menganggap AI sebagai alat perencanaan rencana perjalanan yang praktis.

Studi ini menyatakan bahwa warga Hong Kong memandang keputusan berangkat untuk berwisata dengan serius: mereka akan merencanakan lebih awal. 60% warga Hong Kong yang berwisata ke luar negeri akan mulai merencanakan perjalanan 4 hingga 12 bulan sebelumnya. 61% menyatakan bahwa saat mengajukan kartu kredit, mereka mempertimbangkan cashback hadiah sebagai faktor; mereka memandang hadiah sebagai bentuk imbal balik dari belanja perjalanan. Selama perjalanan, 26% menyatakan bersedia menerima keputusan yang dibantu AI dan pembayaran. Ini mencerminkan sikap yang terbuka terhadap teknologi terkait, tetapi penerapannya yang nyata masih perlu dikembangkan lebih lanjut. Bagi warga Hong Kong yang berwisata ke luar negeri, AI secara bertahap menjadi alat bantu penting untuk perencanaan perjalanan, dan berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam pengalaman konsumsi.

Direktur Pelaksana Uang Pertama (Managing Director) Visa Hong Kong dan Makau, Liang Puning, mengatakan bahwa seiring dengan semakin meluasnya penerapan AI, konsumen akan memanfaatkan alat-alat ini untuk melakukan perencanaan, pemesanan, dan pengambilan keputusan pembayaran. Tren ini akan mendorong kebangkitan perdagangan berbasis agen (Agentic Commerce), dan agen AI (AI Agent) dapat mengatur kebutuhan dan preferensi masing-masing wisatawan, sehingga menghasilkan pengalaman perjalanan yang lebih pas, lebih personal, dan lebih lancar.

Keterbatasan waktu libur adalah hambatan utama dalam merencanakan perjalanan

Selain itu, 36% warga Hong Kong yang berwisata ke luar negeri menyatakan bahwa keterbatasan waktu libur adalah hambatan utama dalam merencanakan perjalanan. Dari sisi pengaturan jadwal perjalanan, rata-rata warga Hong Kong pada setiap kali berwisata akan mengunjungi 2 destinasi. Di antaranya, Jepang (51%), Taiwan (21%), Korea Selatan (15%), Singapura (13%), Thailand (11%), dan Australia (11%) merupakan lokasi populer.

Penelitian dilakukan pada periode Oktober hingga November 2025, dengan mewawancarai 1050 konsumen yang berkunjung ke Hong Kong dan yang berangkat dari Hong Kong, berasal dari Hong Kong, Greater Bay Area, dan pasar luar negeri, mencakup usia yang berbeda, tingkat pendapatan, serta wilayah tempat tinggal yang berbeda. Usia responden berada dalam rentang 18 hingga 55 tahun, dengan pendapatan rumah tangga pada tingkat menengah atau lebih tinggi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan