Persatuan Film dan TV Bengali Menuntut Penyidikan Tidak Memihak atas Kematian Rahul Arunoday Banerjee

(MENAFN- IANS) Kolkata, 30 Maret (IANS) Sejumlah aktor dalam industri film dan televisi Bengali pada Senin menuntut adanya penyelidikan atas kematian aktor Rahul Arunoday Banerjee, yang secara tragis meninggal dunia saat sedang syuting di Pantai Talsari, Odisha.

Aktor Sudipta Chakraborty dan Rupanjana Mitra menjadi vokal dalam menuntut penyelidikan yang menyeluruh dan tidak memihak atas kematiannya.

Rupanjana Mitra melontarkan kecaman melalui Instagram Stories-nya setelah kematian Rahul. Ia menyatakan, “Pengambilan gambar berlangsung tanpa langkah-langkah keselamatan apa pun; industri harus dimintai pertanggungjawaban untuk ini. Ini tidak bisa lagi disapu begitu saja. Konon industri film Bengali bukanlah lingkungan yang aman bagi para seniman. Tak terhitung banyak seniman yang bekerja di bidang ini, terus-menerus mempertaruhkan nyawa mereka. Arunoday adalah seniman yang sangat profesional. Pengambilan gambar sedang berlangsung pada saat itu. Semoga Tuhan tidak menyelamatkan mereka yang bertanggung jawab.”

Di sisi lain, Sudipta Chakraborty, anggota West Bengal Motion Pictures Artistes’ Forum, mengunggah di media sosial seraya menuntut penyelidikan. Ia menulis, “Saya menuntut penyelidikan kepolisian yang menyeluruh dan tidak memihak atas kematian yang tidak wajar di lokasi syuting.”

Rupsa Guha adalah wajah yang sudah dikenal di industri televisi. Ia juga pada awalnya tidak bisa mempercayai kabar kematian Rahul. Belakangan, dalam sebuah unggahan di Facebook, ia mengajukan pertanyaan langsung: "Apakah dia jatuh dari perahu, atau apakah dia terseret ke arus laut yang lebih dalam saat berjalan – saat syuting untuk pengambilan gambar drone? Itu satu-satunya pertanyaan saya. Tidak ada transparansi. Kami menuntut transparansi.”

Pada hari Minggu, aktor berusia 42 tahun itu sedang syuting untuk serial televisi ‘Bhole Baba Paar Karega’. Ia masuk ke air di Talsari, tepat saat air pasang datang. Laporan menunjukkan bahwa ia terseret pada saat itu juga. Para teknisi kemudian menariknya keluar dari air. Laporan awal menunjukkan bahwa kematiannya disebabkan oleh tenggelam. Diberitakan bahwa ia dilarikan ke rumah sakit di Digha, Kabupaten East Midnapore, Benggala Barat. Namun, ia meninggal sebelum mencapai fasilitas tersebut.

Pemeriksaan pasca-mortem akan dilakukan di rumah sakit Tamluk pada Senin sore. Jenazahnya akan diserahkan kepada keluarganya kemudian pada hari itu.

Kasus kematian yang tidak wajar telah didaftarkan di Kantor Polisi Digha.

Insiden tragis ini membuat seluruh industri film dan televisi Bengali berhenti total. Rekan sesama aktor, sutradara, dan teknisi menyatakan terkejut atas kematian tragis aktor tersebut.

Menteri Utama Mamata Banerjee pada Minggu malam menyampaikan belasungkawa atas kematian tersebut. Ia paling dikenal karena film Bengali blockbuster-nya, ‘Chirodini Tumi Je Amar’. Aktor itu meninggalkan ibu, istrinya, sesama aktor Priyanka Sarkar, dan putranya yang berusia 13 tahun.

Rahul, yang dikenal di industri televisi Bengali untuk peran-peran karakternya, selama beberapa tahun telah aktif di sinetron.

Ia meraih ketenaran lewat perannya dalam blockbuster ‘Chirodini tumi je amar’ pada 2008, disusul oleh hits seperti ‘Tumi asbe bole’ (2014), ‘Zulfiqar’ (2016), ‘Byomkesh Gotro’ (2018), ‘Biday Byomkesh’ (2018), ‘The Academy of Fine Arts’ (2025), dan lainnya. Ia juga pernah berakting dalam serial TV seperti ‘Hargouri pice hotel’ dan ‘Mohonna’.

MENAFN30032026000231011071ID1110916324

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan