Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Staking masih layak dilakukan di tahun 2025? Pertanyaan ini akhir-akhir ini sering muncul di benak banyak investor. Saya sedang menganalisis situasinya dan menyadari bahwa situasinya sudah sangat berbeda. Hal yang dulu tampak sederhana, seperti mengunci mata uang, berkontribusi ke jaringan, dan menerima imbalan pasif—sekarang menjadi lebih kompleks.
Hasilnya menurun, mekanisme baru seperti Liquid Staking Tokens (LSTs) menjadi sangat populer, dan regulator mulai memperhatikan semuanya ini. Tapi poin utamanya adalah: staking memang tetap layak, hanya saja sekarang Anda perlu lebih strategis.
Mari kita lihat angka sebenarnya. Ethereum saat ini memberikan imbal hasil antara 3% hingga 5% per tahun—berbeda jauh dari angka dua digit beberapa tahun lalu. Masuknya validator institusional besar-besaran meningkatkan kompetisi dan menekan hasilnya ke bawah. Solana tetap menawarkan 6% hingga 8%, tetapi dengan catatan: jaringan ini memiliki riwayat ketidakstabilan yang tidak bisa diabaikan. Cardano mempertahankan konsistensi yang baik dengan 4% hingga 6% melalui delegasi. Jaringan lain seperti Cosmos, Polkadot, dan NEAR mencapai 9% hingga 18%, tetapi risiko-imbalan ini berbeda—token yang kurang mapan bisa jatuh 50% dalam beberapa minggu.
Dan di sinilah ada satu detail yang sering diabaikan banyak orang: APY yang Anda lihat itu bukan cerita lengkapnya. Jika token turun 30% dalam setahun dan Anda mendapatkan 8% dari staking, Anda tetap mengalami kerugian. Imbal hasil hanya relevan jika aset tersebut tidak ambruk. Oleh karena itu, ketika saya melihat janji imbal hasil yang sangat tinggi dari proyek-proyek yang rapuh, saya angkat alis.
Sekarang, tentang LSTs—ini adalah perubahan yang cukup menarik. Saat melakukan staking tradisional, modal Anda terkunci. Dengan Liquid Staking Tokens, Anda menerima token (seperti stETH dari Lido atau mSOL dari Marinade) yang bisa diperdagangkan sambil tetap menghasilkan imbalan. Anda bisa menjual, menukar, atau bahkan menggunakannya sebagai jaminan di DeFi. Fleksibilitas total. Tapi ada risiko tracking error—token bisa kehilangan nilai relatif terhadap aslinya—dan ketergantungan pada smart contract yang bisa gagal.
Ada juga restaking, yang lebih agresif. Anda menggunakan staking ETH Anda untuk memvalidasi jaringan lain dan mendapatkan imbalan tambahan. Platform EigenLayer adalah contoh klasik. Tapi risiko bertambah: jika terjadi masalah di jaringan sekunder, Anda bisa dikenai penalti bahkan pada staking asli Anda. Ini seperti memperbesar risiko.
Hal yang tidak bisa diabaikan adalah aspek regulasi. SEC di AS sudah menindak platform yang menawarkan staking kepada ritel tanpa pendaftaran. Di Eropa, aturan MiCA membawa regulasi yang lebih ketat. Ini berarti beberapa layanan mungkin tidak tersedia di beberapa negara, dan Anda harus membayar pajak atas imbalan tersebut di banyak yurisdiksi. Tapi sisi positifnya adalah: regulasi juga membawa kepercayaan lebih dan akses yang lebih luas bagi orang-orang yang sebelumnya tidak bisa berpartisipasi.
Jadi, apakah staking masih layak? Ya, tapi dengan syarat. Cocok jika Anda memiliki visi jangka panjang terhadap aset tersebut, ingin mendapatkan pendapatan pasif dari proyek yang solid, dan bersedia melakukan riset sendiri. Ini bukan lagi skema pasif yang terlalu sederhana, tetapi tetap merupakan cara yang konsisten untuk mendapatkan pengembalian.
Saran saya untuk 2025 dan seterusnya: diversifikasi antara staking tradisional dan LSTs, pilih validator dengan rekam jejak yang terbukti dan uptime tinggi, pahami baik lock-up di setiap jaringan, pantau APYs (karena mereka bisa berubah dengan cepat), dan jauhi janji-janji yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Karena biasanya memang begitu.
Kuncinya adalah menyeimbangkan keamanan dengan peluang. Pilih jaringan yang terpercaya, evaluasi situasi regulasi, lakukan diversifikasi, dan gunakan alat seperti LSTs secara bertanggung jawab. Dengan langkah-langkah ini, staking tetap menjadi strategi yang solid bagi mereka yang ingin aktif berpartisipasi dalam keuangan terdesentralisasi dan mendapatkan pendapatan pasif dari proses tersebut. Tambang emas mungkin tidak lagi secerah dulu, tapi tetaplah emas.