Kimbal Musk: orang di balik legenda

Kimbal Musk merupakan salah satu sosok paling menarik dalam keluarga raja teknologi. Saudara Elon Musk, seorang pengusaha dan miliarder berusia 52 tahun, dikenal tidak hanya karena jaringan bisnisnya, tetapi juga karena posisinya yang aktif dalam isu-isu sosial dan lingkungan. Gaya khasnya — topi koboi yang selalu dikenakannya — menjadikannya wajah yang dikenal di antara anggota keluarga.

Dari startup Zip2 ke pengaruh modern

Kisah sukses Kimbal Musk dimulai jauh sebelum saudaranya terkenal di seluruh dunia. Bersama dengan Elon, mereka mendirikan Zip2, sebuah perusahaan inovatif di bidang perangkat lunak bisnis untuk internet. Pada tahun 1999, kedua saudara itu menjual perusahaan ini kepada Compaq dengan jumlah yang mengesankan sebesar 307 juta dolar. Kesuksesan ini menjadi pencapaian signifikan pertama bagi kedua pengusaha dan membuka pintu bagi usaha investasi mereka selanjutnya.

Kekayaan Kimbal Musk saat ini diperkirakan sekitar 700 juta dolar. Sebagian besar kekayaannya terkait dengan kepemilikan sekitar 0,04% saham Tesla — perusahaan yang saat ini merupakan salah satu yang paling berharga di dunia. Namun, berbeda dengan saudaranya, Kimbal memilih jalan yang lebih pribadi, dengan fokus pada amal dan proyek sosial.

Ikatan keluarga vs perbedaan ideologis

Meskipun ada tampak persahabatan dalam keluarga, saudara-saudara Musk kadang memiliki pandangan yang berbeda. Baru-baru ini Kimbal memposting di media sosial X sebuah pernyataan kritis tentang kebijakan perdagangan: “Siapa yang bisa membayangkan bahwa Presiden Trump akan memberlakukan pajak tertinggi untuk seluruh generasi? Kebijakan tarifnya menciptakan pajak struktural yang permanen bagi konsumen Amerika.” Pernyataan ini mencerminkan posisi kritisnya terhadap baik arah politik maupun posisi Elon, yang mendukung garis politik yang berbeda.

Namun, perbedaan ideologis semacam ini tidak merusak ikatan keluarga. Musk, terlepas dari perbedaan pandangan, tetap menjadi keluarga yang dekat dan saling mendukung. Kedua saudara ini memiliki akar yang dalam di Afrika Selatan, di mana mereka lahir di kota Pretoria.

Persamaan, perbedaan, dan kepribadian

Kimbal dan Elon sangat mirip dalam penampilan. Keduanya memiliki rahang persegi yang khas, hidung yang lurus, dan mata hijau — ciri yang diwarisi dari ibu mereka, Maye. Mereka juga memiliki kewarganegaraan tiga negara: Afrika Selatan, Kanada, dan Amerika. Namun, yang paling membedakan Kimbal dari saudaranya yang terkenal adalah kesetiaannya pada citra ikonik: topi koboi telah menjadi merek dagangnya yang pribadi.

Saudara perempuan mereka, Tosca, yang berusia 50 tahun, juga memainkan peran penting dalam sejarah keluarga. Ketiga anak tersebut menghadapi keadaan sulit di masa kecil, yang membawa ibu mereka, Maye, untuk memutuskan bercerai pada tahun 1979 dan memulai hidup baru. Keluarga kemudian pindah ke Kanada, dan kemudian ke Amerika Serikat, di mana kedua saudara tersebut menemukan kesempatan untuk mewujudkan potensi kewirausahaan mereka dan mendirikan perusahaan yang mengubah lanskap teknologi modern.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan