Volution Meluncurkan $100M Fund untuk Memperkuat Pertumbuhan Fintech di Inggris


Temukan berita dan acara fintech teratas!

Langganan buletin FinTech Weekly

Dibaca oleh eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna dan lainnya


Momentum Fintech Inggris Menarik Modal Baru

Kesuksesan di sektor fintech Inggris sering diukur dari kecepatan startup dalam berkembang dan ukuran putaran pendanaan mereka. Namun, saat ini, kekuatan semakin didefinisikan oleh ketahanan, pendapatan, dan kemampuan untuk memberikan nilai dunia nyata. Dalam konteks ini, firma modal ventura Volution telah mengumumkan peluncuran dana baru sebesar $100 juta, yang ditujukan untuk mendukung perusahaan fintech Inggris yang telah membuktikan kesesuaian pasar mereka tetapi memerlukan modal untuk tumbuh lebih lanjut.

Keputusan Volution datang pada saat banyak startup tahap awal berjuang untuk melewati tonggak awal mereka. London tetap menjadi kekuatan untuk inovasi finansial, didorong oleh sejarah finansial yang mendalam dan adopsi awal Open Banking. Kisah sukses seperti Allica Bank, yang menggandakan keuntungannya menjadi £29,9 juta pada tahun 2024, dan Revolut, yang baru-baru ini melaporkan keuntungan sebesar £1 miliar, menyoroti pengaruh kota tersebut yang terus berlanjut. Menurut penelitian dari HSBC Innovation Banking, Inggris sekarang memiliki lebih dari 185 startup fintech yang bernilai lebih dari £1 miliar.

Peluncuran dana kedua Volution, yang dibuat bekerja sama dengan firma investasi Jepang SBI Investment Co., menandakan optimisme baru di sektor ini, meskipun modal ventura menghadapi tekanan pasar yang lebih luas.

Menargetkan Celah Pertumbuhan yang Krusial

Alih-alih mengejar usaha pra-pendapatan, Volution memfokuskan upayanya pada perusahaan dengan aliran pendapatan yang sudah mapan. Firma ini berencana untuk berinvestasi di startup yang menghasilkan antara $5 juta hingga $20 juta per tahun, segmen yang sering kali kurang terlayani setelah putaran awal investasi.

James Codling, Mitra Pengelola di Volution, telah mengamati bahwa meskipun pemerintah Inggris terus menekankan produktivitas dan pertumbuhan, celah pendanaan yang signifikan masih ada setelah putaran Seri A. Banyak startup yang sukses pada tahap awal kini berjuang untuk mengamankan modal yang diperlukan untuk berkembang, situasi yang semakin diperburuk oleh penurunan dalam pendanaan ventura yang dimulai antara tahun 2021 dan 2022.

Codling menekankan bahwa Volution mencari bisnis dengan kesesuaian produk-pasar yang kuat dan strategi yang jelas untuk menjangkau pelanggan mereka. Penilaiannya mencerminkan tren yang lebih luas: startup saat ini harus membuktikan bahwa mereka tidak hanya inovatif tetapi juga layak secara komersial sebelum menarik investasi lebih lanjut.

Kemitraan Memperkuat Hubungan Internasional

Keterlibatan SBI Investment menyoroti minat global yang semakin meningkat dalam peluang fintech di Inggris. Perwakilan dari SBI menunjuk pada kombinasi universitas yang kuat, regulasi yang mendukung, dan lingkungan kewirausahaan yang aktif di Inggris sebagai faktor utama di balik investasi mereka. Kemitraan ini tiba pada saat Jepang dan Inggris secara aktif memperkuat kerja sama ekonomi, suatu hubungan yang dapat membuka peluang baru bagi perusahaan fintech yang beroperasi di kedua pasar.

Dengan memanfaatkan kolaborasi lintas batas ini, Volution memposisikan dana barunya untuk mendapatkan manfaat dari jaringan keahlian finansial yang lebih luas dan akses ke modal, faktor yang dapat menjadi kritis saat kondisi pasar tetap menantang.

Membangun pada Rekam Jejak yang Terbukti

Dana pertama Volution, yang berjumlah $30 juta, menghasilkan investasi yang signifikan di perusahaan-perusahaan seperti Signal AI, Flagstone, Cognism, dan Zopa Bank. Upaya awal itu menghasilkan tiga keluaran yang sukses, memberikan firma tersebut kredibilitas dalam pendekatannya untuk mengidentifikasi startup fintech dengan potensi tinggi.

Dengan peluncuran dana baru sebesar $100 juta, Volution bertujuan untuk mereplikasi dan memperluas kesuksesan awal itu. Mitra terbatas yang ada telah menunjukkan dukungan yang kuat, dengan banyak yang memilih untuk berkomitmen kembali. Tingkat kepercayaan investor ini menunjukkan bahwa strategi Volution beresonansi dengan mereka yang mencari pengembalian yang lebih stabil di lingkungan ventura yang tidak pasti.

Selain itu, inisiatif “Carbon Carry” Volution, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam portofolionya, mencerminkan pergeseran yang lebih luas menuju integrasi prinsip ESG ke dalam praktik investasi. Alih-alih memperlakukan tata kelola lingkungan dan sosial sebagai pertimbangan sekunder, firma ini membangunnya ke dalam strategi investasi inti mereka.

Taruhan Strategis pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Langkah terbaru Volution menunjukkan keyakinan yang hati-hati dan terukur dalam kekuatan berkelanjutan sektor fintech Inggris. Dengan mendukung startup yang memiliki daya tarik dunia nyata dan strategi pertumbuhan yang bertanggung jawab, firma ini bertaruh bukan hanya pada kesuksesan yang menarik perhatian selanjutnya, tetapi pada perusahaan yang dibangun untuk bertahan.

Dana baru sebesar $100 juta ini lebih dari sekadar komitmen finansial. Ini adalah sinyal bahwa, bahkan dalam lingkungan modal ventura yang ditandai oleh kehati-hatian dan penyesuaian, ada peluang yang layak untuk dikejar. Ketika sumber pendanaan semakin ketat dan persaingan untuk investasi berkualitas meningkat, fokus Volution pada dasar-dasar mungkin akan terbukti menjadi kekuatan terbesarnya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan