Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Setelah melepaskan dan menyederhanakan, saya dengan tegas tidak akan menyimpan lagi 6 hal ini, semuanya adalah penyakit umum keluarga miskin!
Setelah melakukan prinsip “buang yang tidak perlu, lepas dari kebiasaan menimbun”, aku dengan tegas tidak akan lagi menimbun enam jenis barang ini. Semuanya akibat keluarga yang hidup serba kekurangan!
Apalagi untuk kita orang Tionghoa, sifat hemat dan berhemat sudah tertanam sampai ke tulang. Di rumah, ada beberapa barang yang selalu enggan dibuang—yang enggan dibuang ini, yang enggan dibuang itu—pada akhirnya jadi berantakan parah, dan pada akhirnya tetap saja dibuang.
Pertama, berbagai macam kantong/bungkus.
Setelah dipakai sekali terasa cukup bersih, jadi tidak tega membuangnya. Semakin ditimbun, semakin banyak.
Kedua, berbagai barang tambahan hadiah dari promo. Misalnya kalau beli mie instan, mereka mengirimi kamu semangkuk, padahal sebenarnya mangkuk-mangkuk itu juga barang cacat yang dibawa pulang—diletakkan di sana, umumnya juga tidak dipakai beberapa kali.
Ketiga, berbagai macam baskom. Terutama baskom untuk buah. Ada yang di bagian bawahnya punya lubang. Karena terpikir untuk menghemat, beli dan bawa pulang untuk mencuci sayur dan beras. Setiap kali dipakai selesai, tetap tidak tega membuangnya, jadi menimbun beberapa sekaligus.
Keempat, kotak makan sekali pakai saat pesan makanan. Ada yang terlihat cukup cantik, lalu kepikiran untuk menanam sesuatu—sukulen, tanaman hijau—ternyata tidak pernah berhasil, jadi makin ditumpuk makin banyak.
Kelima, berbagai jenis camilan, botol stoples, dan lain-lain. Saat menimbunnya dulu terbayang akan berguna. Tapi saat benar-benar dipakai, baru terasa tutupnya tidak rapat, ukurannya tidak pas, dan akhirnya bagian atasnya dipenuhi debu.
Keenam, berbagai macam kabel data. Dan masih banyak yang sudah ketinggalan zaman. Misalnya kabel pengisi daya untuk ponsel Android—lubangnya tidak cocok dengan yang sekarang. Saat hari ini membersihkan, aku melihat di laci ada belasan kabel, bahkan ada yang terkelupas, sampai patah.
Keenam jenis barang di atas, yang perlu dibersihkan segeralah bersihkan. Kalau tidak, akan tetap makan tempat. Yang disimpan dengan rapi dan ditata masih sedikit lebih baik, tapi kalau tidak disimpan, rumah malah terlihat berantakan. Aku dengan tegas tidak akan lagi menimbun barang-barang ini. Semuanya akibat hidup yang miskin. Demi menghemat uang, enggan membuang ini, enggan membuang itu—keluarga pun tidak menjadi lebih kaya karena berbagai macam penimbunan milikku. Bukankah begitu? Ada yang punya model yang sama?
校对 庄武