Bicarakan tentang topik yang cukup hangat di dunia kripto akhir-akhir ini, cukup menarik.



Sekarang, GENIUS Act mengatur bahwa penerbit stablecoin tidak boleh langsung memberikan bunga kepada pemegangnya, tetapi ada celah—tidak menyebutkan bahwa pihak ketiga tidak boleh membayar. Jadi, bursa dan DeFi menggunakan “penghargaan hasil” dengan cara tidak langsung memberikan bunga. Clarity Act yang baru muncul berusaha menutup celah ini, tetapi area abu-abu tetap ada.

Ini mengingatkan saya pada sebuah cerita 700 tahun yang lalu.

Pada masa Knights Templar, mereka membuat sistem “pembayaran lintas negara terenkripsi”—kamu menyimpan emas di London, mereka memberi kamu sebuah sertifikat terenkripsi, dan di Yerusalem kamu bisa menukarnya dengan uang. Berkat bisnis ini, para ksatria mengumpulkan kekayaan besar dan menjadi kreditur terbesar di Prancis. Tapi Raja Philip IV dari Prancis sama sekali tidak berniat membayar kembali, malah menuduh mereka sebagai “kafir,” menyita aset, dan menangkap mereka.

Sekarang, utang pemerintah AS sudah melebihi 39 triliun dolar, dan bunga tahunan saja lebih dari 1 triliun dolar. Dengan begitu, tidak mungkin pemerintah AS di masa depan akan membayar utang secara jujur. Tapi mereka tidak bisa langsung menghapus kreditur seperti Philip IV—karena pemegang utang AS sangat tersebar, termasuk Jepang, China, Inggris, dan lain-lain, yang sebagian besar berada di luar yurisdiksi AS. Jika mereka secara paksa gagal bayar, kepercayaan terhadap dolar akan runtuh.

Lalu, apa solusinya?

Rancangan undang-undang stablecoin saat ini memberikan gambaran. GENIUS Act mengharuskan penerbit menempatkan cadangan mereka dalam obligasi AS, sementara pengguna nyata stablecoin adalah investor ritel global. Uang mengalir dari luar negeri, tetapi kreditur menjadi penerbit berizin yang terdaftar di AS. Ini adalah transformasi penting: mengonsolidasikan kredit yang tersebar di bank sentral dan lembaga di seluruh dunia ke dalam beberapa entitas yang berada di bawah yurisdiksi AS.

Selama kreditur berada dalam kendali AS, pengaturan dan pengendalian di masa depan akan jauh lebih mudah.

Jadi, saya berpendapat bahwa regulator saat ini akan membiarkan stablecoin tumbuh besar terlebih dahulu. Ketika waktunya tepat, area abu-abu ini akan menjadi alat untuk penyelesaian utang.

Yang menarik, setelah Knights Templar dilikuidasi, keuangan lintas negara di Eropa tidak pernah berhenti—hanya berganti pemain saja—dari ksatria menjadi bankir Italia, lalu Belanda, Inggris, dan akhirnya berkembang menjadi sistem perbankan modern saat ini.

Kalau suatu hari nanti penerbit stablecoin dilikuidasi, terutama Tether yang punya sejarah kelam, itu bukan hal yang mengejutkan sama sekali. $BTC $ETH
BTC-0,71%
ETH-1,29%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan