Pemblokiran Perdagangan Hormuz Mempengaruhi Rantai Pasokan Global Lebih dari Sekadar Minyak: UBS

(MENAFN- AsiaNet News)

Gangguan perdagangan melalui Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada pasar minyak dan gas global tetapi juga memengaruhi beberapa industri kunci lainnya yang bergantung pada komoditas yang bersumber dari Timur Tengah, menurut laporan oleh UBS.

Laporan tersebut menyoroti bahwa sementara minyak dan gas tetap menjadi komoditas paling terlihat yang terpengaruh oleh konflik yang sedang berlangsung, serangkaian rantai pasokan yang lebih luas juga berada di bawah tekanan akibat pemblokiran jalur perdagangan penting ini. Laporan itu menyatakan, “Sementara minyak dan gas adalah komoditas profil tinggi yang relevan secara global yang tidak dapat melewati Selat Hormuz sejak awal konflik, ada komoditas lain di mana wilayah ini merupakan sumber penting bagi rantai pasokan global”.

Dampak Di Luar Pasar Energi

Laporan tersebut mencatat bahwa kawasan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menyumbang lebih dari 10 persen ekspor global di sekitar 13 kelompok komoditas, menjadikannya pemasok penting untuk berbagai industri di seluruh dunia. Menurut laporan tersebut, sektor-sektor seperti otomotif, kimia, metalurgi, dan produk perawatan rumah dan pribadi termasuk di antara yang sangat bergantung pada komoditas ini.

Ketersediaan vs. Harga: Tantangan Utama

Gangguan pasokan dari wilayah tersebut menciptakan tantangan tidak hanya dalam hal harga tetapi juga dalam hal ketersediaan fisik dari input kunci yang diperlukan untuk manufaktur. Laporan tersebut menyatakan bahwa dalam banyak kasus, masalahnya mungkin bukan lonjakan tajam dalam biaya input, karena beberapa komoditas ini membentuk bagian yang relatif kecil dari struktur biaya keseluruhan. Namun, kekhawatiran yang lebih besar adalah kurangnya ketersediaan bahan-bahan ini, yang dapat membuat proses manufaktur tidak layak.

Kerentanan Spesifik Sektor

Sebagai contoh, sektor otomotif bergantung pada berbagai input berbasis kimia dan logam yang bersumber dari rantai pasokan global, termasuk yang berasal dari Timur Tengah. Setiap gangguan dalam pasokan dapat menyebabkan penundaan produksi dan memengaruhi tingkat output.

Demikian pula, industri kimia bergantung pada bahan baku dan produk antara dari wilayah tersebut, menjadikannya rentan terhadap gangguan pasokan.

Sektor metalurgi, yang memerlukan bahan mentah tertentu untuk pengolahan dan manufaktur, juga terpapar oleh gangguan semacam itu.

Dalam kasus produk perawatan rumah dan pribadi, produsen bergantung pada sejumlah bahan kimia spesialis dan bahan mentah yang bersumber dari pasar global, termasuk kawasan GCC, yang sangat penting untuk produksi.

Gangguan Berkepanjangan Mengancam Manufaktur

Laporan tersebut menekankan bahwa dampak dari gangguan Selat Hormuz lebih luas daripada sekadar pasar energi, karena mempengaruhi berbagai industri hilir melalui keterkaitan rantai pasokan.

Jadi laporan tersebut menyarankan bahwa gangguan berkepanjangan di wilayah tersebut dapat terus berdampak pada aktivitas manufaktur di berbagai sektor karena kendala pasokan daripada hanya tekanan harga. (ANI)

(Kecuali untuk judul, cerita ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan diterbitkan dari umpan sindikasi.)

MENAFN25032026007385015968ID1110903678

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan