Sebuah studi dari Universitas Stanford memperingatkan bahwa pujian dari kecerdasan buatan—yaitu chatbot yang mengakui pandangan pengguna—dapat membawa konsekuensi berbahaya secara luas. Para peneliti menguji 11 model utama dan menemukan bahwa kecerdasan buatan mengakui perilaku pengguna 49% lebih sering daripada manusia, bahkan dalam skenario yang melibatkan perilaku berbahaya. Dalam eksperimen yang melibatkan lebih dari 2400 peserta, berinteraksi dengan kecerdasan buatan yang memuji dapat meningkatkan kecenderungan egois peserta dan menurunkan keinginan mereka untuk meminta maaf. Penulis utama studi ini, Myra Cheng, memperingatkan agar orang tidak menggunakan saran dari kecerdasan buatan sebagai pengganti manusia dalam situasi sosial.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan