Saham AS Catat Performa Terburuk Sejak Konflik Iran Meletus

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN) Pasar ekuitas global mengalami penurunan terdalam sejak pecahnya konflik AS-Iran pada hari Kamis, karena ketegangan yang terus memuncak di Timur Tengah dan harga minyak mentah yang melonjak mengguncang investor dari New York hingga London hingga Frankfurt.

Bursa Saham New York menanggung beban terberat dari aksi jual tersebut. Dow Jones Industrial Average turun 469,38 poin, atau 1,01%, ditutup pada 45.960,11. Nasdaq Composite yang sarat teknologi memimpin penurunan dengan penurunan tajam 2,38% — setara dengan 521,74 poin — dan berakhir pada 21.408,08. S&P 500 turun 114,74 poin, atau 1,74%, menjadi 6.477,16.

Meskipun terjadi gejolak luas di pasar, Volatility Index (VIX) — yang secara luas dikenal sebagai “indeks ketakutan” Wall Street — mereda 8,33% menjadi 27,44, yang menunjukkan adanya sedikit pelonggaran kepanikan jangka pendek meskipun ketidakpastian yang mendasarinya tetap berlanjut.

Brent crude melonjak 5,2% menjadi $107,53 per barel pada pukul 2000 GMT, memicu kekhawatiran inflasi dan menambah tekanan terhadap penilaian ekuitas. Dari sisi makroekonomi, klaim awal pengangguran AS untuk pekan yang berakhir pada 21 Maret mencapai 210.000 — kenaikan tipis dari pekan ke pekan, meski sedikit di bawah perkiraan analis.

Trump Turun Tangan — Terus Terang
Latar belakang geopolitik menguat tegang karena sinyal yang saling bertentangan muncul dari kedua belah pihak meja perundingan. Pejabat Iran secara terbuka meniadakan pembicaraan langsung dengan Washington, meski mereka mengindikasikan kesediaan untuk meninjau kembali kerangka kerja yang diajukan AS untuk mengakhiri permusuhan.

Presiden AS Donald Trump mendorong mundur dengan tegas terhadap cara Teheran menggambarkan proses diplomatik tersebut. Dalam sebuah unggahan di akun media sosialnya, Trump mengklaim perunding Iran sedang “memohon kesepakatan” sambil secara terbuka menunjukkan sikap tidak peduli terhadap tawaran Amerika.

Dalam istilah yang khas sangat tegas, Trump memperingatkan: “Mereka sebaiknya cepat serius, sebelum terlambat, karena sekali itu terjadi, TIDAK ADA PUNCAK KEMBALI, dan itu tidak akan indah!”

Berbicara dalam rapat kabinet, Trump menegaskan kembali bahwa arah perundingan kini sepenuhnya bergantung pada Teheran. Ia mengakui ekspektasi akan kenaikan harga minyak lebih lanjut dan melemahnya pasar saham tambahan, sambil meremehkan tingkat keseriusan situasi itu dibanding proyeksi awalnya. Harga energi, katanya, pada akhirnya akan mundur — dan kemungkinan turun di bawah level sebelumnya.

Pasar Eropa Ikut Berdarah
Aksi jual itu tidak terbatas pada wilayah Amerika. Indeks Stoxx Europe 600 pan-Eropa turun 1,13% untuk ditutup pada 580,84 poin. FTSE 100 milik Inggris turun 1,33% menjadi 9.972,17, sementara DAX 40 Jerman tergelincir 1,5% menjadi 22.612,97. CAC 40 Prancis turun 0,98% menjadi 7.769,31, FTSE MIB 30 Italia kehilangan 0,71% untuk berakhir pada 43.701,84, dan IBEX 35 Spanyol turun 1,21% menjadi 16.962,90.

MENAFN28032026000045017169ID1110912718

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan