Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Trump Berikan Ultimatum Hormuz Dalam 48 Jam Saat Harga Minyak Melonjak
(MENAFN- Crypto Breaking) Jalur Strategis dalam Bahaya
Selat Hormuz juga merupakan salah satu jalur utama transit minyak di dunia, dan gangguan di jalur ini telah menarik perhatian internasional. Sikap AS didukung oleh beberapa negara seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, yang menekan Iran agar memungkinkan aktivitas pengiriman yang normal. Selain itu, negara-negara Teluk juga menyoroti pentingnya menjaga jalur energi secara stabil untuk menghindari dampak ekonomi yang lebih luas jika AS melakukan serangan. Iran membalas bahwa setiap serangan dari AS akan dihadapi dengan serangan terhadap infrastruktur di wilayah tersebut yang menguntungkan AS. Pabrik energi, sistem teknologi, dan pabrik desalinasi dapat menjadi target jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut pejabat. Ini juga sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan rudal yang terkait dengan Iran di kilang minyak Haifa di Israel yang meningkatkan ketegangan di kawasan.
Pasar minyak merespons cepat terhadap kejadian ini, dengan harga minyak naik sekitar 98 dolar per barel, menunjukkan kekhawatiran tentang pasokan yang semakin menipis. Pedagang mempertimbangkan kemungkinan ketidakstabilan yang berkepanjangan di kawasan Teluk, yang akan membatasi pasokan global. Selain itu, analis mengamati bahwa cadangan strategis mungkin gagal mengatasi gangguan pasokan yang berlangsung lama jika konflik menyebar ke pasar internasional. Pasar cryptocurrency menunjukkan kerentanan baru saat risiko geopolitik meningkat di tengah pasar global. Aset digital utama mengalami kerugian karena investor beralih ke aset yang kurang berisiko akibat ketidakpastian. Suasana risiko yang lebih besar ini terus menekan harga kripto meskipun mereka berusaha pulih dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi di pasar keuangan sangat rentan terhadap setiap pembaruan tambahan, dengan masing-masing kelompok mengambil sikap tegas. Di sisi lain, investor memantau dengan cermat setiap kejadian diplomatik yang dapat mengurangi ketegangan atau mencegah eskalasi. Namun demikian, dengan ketidakpastian tambahan di sekitar Selat Hormuz, volatilitas diperkirakan akan terus berlanjut dalam waktu dekat baik di pasar minyak maupun aset digital.
** Peringatan risiko & afiliasi:** Aset kripto bersifat volatil dan modal berisiko. Artikel ini mungkin mengandung tautan afiliasi.
MENAFN24032026008006017065ID1110902488