Alasan Harga Emas Tidak Naik Malah Turun Setelah Konflik AS-Iran

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, harga emas terus melemah. Sebelumnya, emas yang dianggap sebagai “aset aman” biasanya dibeli saat risiko geopolitik meningkat. Beberapa analisis menyebutkan bahwa selain faktor penguatan dolar AS dan kenaikan suku bunga, volatilitas pasar keuangan yang meningkat pesat juga menjadi salah satu penyebab melemahnya harga emas, karena investor menjual emas untuk menutupi kerugian.

Sebagai indikator internasional emas, kontrak utama futures New York pada 11 Maret sekitar US$5170 per ons, turun lebih dari 1% dibandingkan sebelum konflik AS-Iran. Meskipun harga sempat naik setelah pecahnya konflik pada 2 Maret, kemudian turun drastis pada 3 Maret dan tidak pernah kembali ke level sebelum konflik. Pergerakan harga emas dan indeks Dow Jones Industrial Average serupa, dan emas tidak menjadi tempat perlindungan dana saat situasi darurat.

Saat Rusia menyerang Ukraina pada Februari 2022, harga emas naik 4% dalam delapan hari kerja pertama sejak serangan dimulai.

Untuk membaca lebih lanjut, klik di sini, masuk ke Nikkei Chinese Web

日本経済新聞社とフィナンシャル・タイムズは2015年11月に合併し、同じメディアグループとなった。19世紀に創刊された日本とイギリスの二つの新聞社が形成した同盟は、「高品質、最強の経済ニュース学」を旗印に、共同特集など幅広い分野で協力を推進している。今回、その一環として、両紙の中国語ウェブサイト間で記事の相互交換を実現した。

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan