Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Petualangan Steve Rothstein: Bagaimana Seorang Pria Mengalami 21 Juta Dollar Jam Penerbangan
Ada momen dalam sejarah ekonomi yang begitu tidak biasa sehingga tampak hampir legendaris. Salah satu momen tersebut adalah kisah Steve Rothstein dan tiket revolusionernya dari American Airlines. Pada tahun 1987, pria ini melakukan salah satu investasi paling berani pada masanya: dia membayar 250.000 dolar untuk sebuah tiket penerbangan khusus yang memberinya perjalanan gratis seumur hidup di kelas satu. Investasi tambahan sebesar 150.000 dolar juga memberinya tiket untuk pendamping.
Tiket Emas: Model Bisnis Revolusioner Steve Rothstein
Yang disebut AAirpass awalnya adalah penawaran eksperimental dari maskapai penerbangan, yang hanya bisa dimiliki oleh 60 orang. Saat itu, Steve Rothstein berusia 21 tahun ketika dia memutuskan untuk memilih varian perjalanan udara yang tidak konvensional ini. Dari sudut pandang matematika murni—jika dia bepergian di kelas satu dan jumlah ini tidak berarti bagi dirinya—itu sebenarnya adalah tawaran yang sangat menguntungkan. Namun, bagi American Airlines, kesepakatan ini segera berubah menjadi mimpi buruk finansial.
21 Tahun Perjalanan Ekstrem: Rekor Perjalanan Steve Rothstein
Selama lebih dari dua dekade, Steve Rothstein menggunakan tiketnya dengan intensitas yang melampaui semua harapan. Rekornya mengesankan sekaligus membuat pusing: lebih dari 10.000 penerbangan, rata-rata 2 penerbangan per hari di berbagai tempat, total sekitar 30 juta mil—setara dengan jarak sekitar 45 juta kilometer. Biaya perjalanan yang ditanggung maskapai diperkirakan mencapai 21 juta dolar.
Namun, Steve Rothstein tidak hanya menggunakan tiketnya untuk liburan. Pola perjalanannya menunjukkan penggunaan yang kreatif dan kadang bahkan eksentrik: dia terbang ke negara bagian lain hanya untuk makan siang dan kembali pada hari yang sama. Dia membawa tunawisma ke keluarga mereka, secara rutin memesan tempat untuk pendamping fiktif, dan sering mengabaikan pemesanan penerbangan. Tindakan ini menimbulkan ketegangan dengan maskapai, yang perlahan menyadari bahwa mereka menghadapi masalah keuangan yang besar.
Perjuangan Hukum: Bagaimana Steve Rothstein Mengalahkan American Airlines
Pada tahun 2008, American Airlines mencoba melakukan sesuatu yang tidak mungkin: mereka mengajukan gugatan untuk membatalkan tiket tersebut dengan alasan penyalahgunaan layanan. Tetapi mereka menghadapi prinsip dasar dari sistem hukum Amerika. Sebuah kontrak tetaplah kontrak—dan tidak bisa begitu saja dibatalkan jika satu pihak telah memenuhi syarat-syaratnya, tanpa melanggar klausul kontrak secara eksplisit.
Steve Rothstein menuntut balik perusahaan tersebut dan menang. Kasus ini menjadi preseden yang mendefinisikan ulang batas-batas antara hukum kontrak dan praktik bisnis. Tiket emasnya tetap menjadi miliknya hingga hari ini.
Simbol Hidup dari Janji yang Terpenuhi
Pada tahun 1994, hanya 28 dari 60 pemilik AAirpass awal yang masih menggunakan tiket mereka, tetapi Steve Rothstein tetap menjadi pengecualian. Saat ini, kurang dari 20 orang di seluruh dunia yang memiliki pass seumur hidup dan tak terbatas seperti itu. Steve Rothstein bukan hanya menjadi penumpang pesawat yang sering—dia telah menjadi simbol dari janji yang terpenuhi dan bukti bahwa terkadang satu klausul kontrak kecil dapat membuka semua pintu dunia. Kisahnya menunjukkan: dalam dunia di mana janji-janji sering dilanggar, memegang teguh kontrak bisa menjadi sesuatu yang benar-benar revolusioner.