Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Beberapa pengguna kartu kredit mengalami pembobolan massal dari luar negeri, ada yang bahkan dicuri 4 transaksi?
Aktor-aktor yang terlibat dalam pencurian besar-besaran ini sebagian besar menggunakan kartu World Card yang diterbitkan oleh Bank PuFa dan Mastercard, yang juga dikenal sebagai kartu “Red Sashun”.
Diketahui, kartu Red Sashun terbagi menjadi dua versi: versi lama yang terutama digunakan untuk transaksi luar negeri, dan versi baru yang diluncurkan pada Mei 2024 dengan chip aplikasi ganda yang dapat digunakan di dalam dan luar negeri secara bersamaan.
Banyak pemegang kartu yang terlibat menyatakan bahwa mereka memiliki kartu Red Sashun versi lama.
Dibandingkan dengan kartu magnetik sebelumnya, kartu berbasis chip dianggap lebih aman secara teknologi karena informasi pada pita magnetik lebih mudah diduplikasi.
Asosiasi Perbankan China sebelumnya mengingatkan bahwa salah satu penyebab utama pencurian dana dari kartu bank adalah kartu yang disadap, bocornya data pribadi, atau penggunaan kartu yang tidak tepat. Konsumen harus meningkatkan kesadaran akan keamanan transaksi, menggunakan kartu melalui saluran resmi, dan tidak mudah menyerahkan data pribadi kepada orang lain. Jangan meminjamkan atau menyewakan kartu kredit atau tabungan kepada orang lain agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Saat menggunakan kartu, pastikan kartu tetap dalam penglihatan, perhatikan jumlah transaksi, dan segera tarik kembali kartu setelah selesai. Untuk kartu yang sudah tidak digunakan atau rusak, harus segera diblokir dan tidak dibuang sembarangan.
Selain itu, pembayaran online yang memudahkan kehidupan juga membawa risiko. Penjahat bisa mendapatkan informasi identifikasi transaksi online dan verifikasi transaksi secara ilegal, sehingga memungkinkan pencurian dana. Konsumen harus melindungi password login, PIN, dan kode verifikasi dari akun keuangan mereka, dan tidak memberikannya kepada pihak ketiga. Perhatikan keaslian layanan online, dan waspadai penipuan melalui “phishing”, seperti panggilan telepon, SMS, atau tautan yang mencurigakan. Jangan mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, dan hindari memasukkan data pribadi seperti ID, nomor kartu, password, dan kode verifikasi di situs atau jaringan yang tidak aman.