Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dampak Selat Hormuzberikut, haruskah gunakan futures atau saham untuk pergerakan jangka pendek?【培风客大师课1.3】
Pratinjau Konten Menarik
Dalam lingkungan yang sering mengalami guncangan geopolitik seperti saat ini, kita sebenarnya harus menggunakan** kontrak berjangka**** atau saham untuk mengungkapkan pandangan?**
Chen Dapeng dari Peifengke memberikan penilaian yang sangat langsung dalam bagian ini—Perbedaan terbesar antara saham dan kontrak berjangka terletak pada jangka waktu yang berbeda.
Saham, pada dasarnya, lebih dekat dengan opsi beli jangka panjang tanpa tanggal kedaluwarsa;
Kontrak berjangka mencerminkan harga saat ini.
Jadi, ketika pasar dipicu oleh gangguan pasokan jangka pendek, seperti peristiwa di Selat Hormuz, kontrak berjangka** biasanya lebih langsung daripada saham.**
Sebaliknya, jika yang dilihat adalah tren jangka panjang selama tiga atau lima tahun, saham justru menjadi alat yang lebih cocok.
Karena perbedaan ini, di era yang semakin fluktuatif ini, banyak hal yang sebelumnya diabaikan sedang mengalami perubahan.
Misalnya—nilai gudang meningkat di era ketidakpastian ini.
Ketika selisih bulan melebar, gangguan pasokan sering terjadi, stok tidak lagi sekadar biaya, tetapi juga bisa menentukan apakah Anda bisa ikut serta dalam tren ini.
Pertanyaan pun muncul:
Dalam pasar yang dipenuhi oleh guncangan jangka pendek dan logika jangka panjang yang saling bertautan, bagaimana Anda menilai tren ini?
Ketika struktur kurva berubah, trader mana yang akan bertindak lebih dulu?
Dan kita, alat apa yang harus kita gunakan, dan di pihak mana kita harus berdiri?
Klik di sini atau di jadwal kursus di bawah ini untuk membuka kursus lengkap ↓