Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Indeks Inflasi Februari Sesuai Ekspektasi, Memperkuat Antisipasi Penundaan Penurunan Suku Bunga Fed
Indeks inflasi Februari di AS sesuai dengan perkiraan pasar, meningkatkan kemungkinan Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga pada keputusan kebijakan bulan depan. Setelah pengumuman, Bitcoin diperdagangkan di level baru dan seluruh pasar bereaksi secara kompleks.
Rincian Indeks Inflasi Februari dan Dampaknya terhadap Pasar
Menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja, Indeks Harga Konsumen (CPI) Februari naik 0,3% secara bulanan dan 2,4% secara tahunan, sesuai dengan prediksi pasar. Yang menarik perhatian adalah indeks inflasi inti (tanpa makanan dan energi) yang naik 0,2% bulan ke bulan dan 2,5% tahun ke tahun, keduanya sesuai dengan perkiraan. Hasil indeks inflasi ini menunjukkan bahwa laju kenaikan harga sedang melambat sesuai harapan.
Pasar merespons data ini dengan memperhitungkan bahwa Fed kemungkinan besar akan menahan suku bunga tidak hanya pada pertemuan 18 Maret, tetapi juga pada pertemuan April, dengan peluang 99%. Alat CME FedWatch mencerminkan sentimen pasar ini, dengan prediksi bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah untuk sementara waktu.
Bitcoin, Fluktuasi Harga Akibat Perubahan Geopolitik
Segera setelah pengumuman indeks inflasi, Bitcoin menunjukkan pergerakan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Awalnya diperdagangkan mendekati $69.500, tetapi kemudian sentimen pasar membaik setelah berita meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, yang mengurangi kekhawatiran lonjakan harga energi, dan Bitcoin pun pulih ke atas $70.000.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $70.49K, naik 3,38% dalam 24 jam. Meskipun indeks saham AS futures sedikit menurun, kekuatan Bitcoin tetap terjaga, menunjukkan bahwa pengurangan risiko geopolitik dinilai positif oleh pelaku pasar.
Altcoin Mengikuti Tren Pasar Secara Umum
Pasar altcoin termasuk Ethereum, Solana, dan Dogecoin mendapat manfaat dari pemulihan preferensi risiko secara umum akibat meredanya ketegangan geopolitik. Altcoin ini naik sekitar 5%, dan saham perusahaan penambangan aset kripto juga mengikuti tren kenaikan. Di sisi lain, pasar saham secara luas, seperti S&P 500 dan Nasdaq, naik sekitar 1,2%, sementara minyak WTI naik 4,2% menjadi $87 per barel.
Alur dari pengumuman indeks inflasi, peristiwa geopolitik, hingga korelasi pasar menunjukkan bahwa berbagai kelas aset saling berinteraksi secara erat.
Arah Harga Masa Depan Bergantung pada Beberapa Faktor
Analis pasar menyoroti beberapa faktor utama yang akan mempengaruhi pergerakan Bitcoin ke depan. Pertama, harga minyak mentah, dan kedua, stabilitas lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jika faktor-faktor ini stabil, Bitcoin berpotensi menguji kembali rentang $74.000 hingga $76.000. Sebaliknya, jika situasi geopolitik memburuk, harga bisa kembali ke kisaran awal di sekitar $60.000-an.
Fakta bahwa indeks inflasi Februari sesuai prediksi memperkuat prospek Fed untuk mempertahankan suku bunga saat ini, sekaligus menunjukkan bahwa risiko geopolitik menjadi pendorong utama volatilitas pasar jangka pendek. Peserta pasar perlu memperhatikan indikator ekonomi dan faktor geopolitik secara bersamaan.