Keruntuhan Kripto: Ketika Likuidasi $61 Juta di HTX Meruntuhkan Pasar

Kejadian penurunan kripto akhir pekan menunjukkan betapa cepatnya keuntungan dapat dihancurkan di dunia kripto. Hanya dalam dua hari, Bitcoin turun dari 68.600 dolar AS pada hari Sabtu menjadi 64.300 dolar AS pada hari Senin—penurunan yang tidak hanya merugikan investor, tetapi juga membangkitkan kembali ketidakpastian di pasar. Akibatnya, terjadi tsunami likuidasi senilai 468 juta dolar AS di seluruh mata uang kripto, yang terutama menimpa posisi long.

Ketika institusi di bawah tekanan: Likuidasi sebesar 61 juta dolar AS

Yang paling mengejutkan dari penurunan kripto ini bukanlah besarnya likuidasi, tetapi konsentrasinya. Satu likuidasi sebesar 61,5 juta dolar AS secara paksa ditutup di bursa HTX—likuidasi tunggal terbesar dalam 24 jam terakhir menurut data dari Coinglass. Volume ini menunjukkan bukan dari investor ritel yang panik, melainkan dari pemegang institusi besar atau dana yang sangat leverage, yang salah perkiraan dalam memprediksi pergerakan pasar.

Penurunan bulanan ini mengungkapkan masalah sistematis: sementara total likuidasi pada futures Bitcoin saja mencapai 213,62 juta dolar AS, Ethereum menyumbang 113,89 juta dolar AS dan Solana 19,89 juta dolar AS. Bahkan token HYPE dari Hyperliquid secara mengejutkan menyumbang 10,72 juta dolar AS untuk kerugian ini—menandakan bahwa tekanan pasar menyebar secara luas.

Indeks Ketakutan dan Keserakahan memberi alarm: Kapitalis mulai panik

Dengan penurunan ini, reaksi psikologis pun muncul: Indeks Ketakutan dan Keserakahan Crypto dari Alternative.me ambruk ke angka 5 dari 100—menandakan ketakutan ekstrem. Secara historis, ini adalah kali keempat sejak indeks ini didirikan pada 2018 bahwa angka ini tercapai. Moment serupa terjadi pada Agustus 2019, Juni 2022, dan awal bulan ini, saat Bitcoin jatuh ke 60.000 dolar AS.

Data dari Glassnode menunjukkan besarnya ketakutan ini: Rata-rata per 7 hari dari kerugian bersih yang direalisasikan oleh pembeli Bitcoin jangka pendek sekitar 500 juta dolar AS per hari. Artinya, ribuan investor ritel melepaskan posisi mereka, bahkan setelah kejutan awal di bulan Februari tampaknya sudah berlalu. Seperti yang dicatat Glassnode, pasar masih dalam fase akumulasi dasar, di mana peserta pasar mulai menyerah di bawah tekanan.

Mimpi buruk geometris: Bitcoin 48 persen di bawah rekor tertinggi

Melihat metrik jangka panjang, gambaran tekanan saat ini semakin diperkuat. Bitcoin kini sekitar 48 persen di bawah rekor tertinggi 126.000 dolar AS dari Oktober dan 5,5 persen di bawah puncak pasar bullish 2021 di 69.000 dolar AS. Level ini, yang dulu ditakuti sebagai resistance, kini berbalik menjadi support psikologis yang terus diuji.

Siklus lingkaran setan: Mengapa likuidasi menciptakan likuidasi lagi

Polanya yang kritis mengalir di semua pergerakan ini: trader menambah posisi long leverage setiap kali ada rebound jangka pendek, hanya untuk kemudian dilikuidasi lagi saat pasar menguji posisi tersebut. Senin menghapus efek leverage, tetapi pola dasarnya tetap sama. Inilah inti dari siklus penurunan kripto—lingkaran setan yang memperkuat diri sendiri dari optimisme, leverage, dan likuidasi paksa.

Data menegaskan hal ini: Dari total likuidasi sebesar 467,64 juta dolar AS yang tersebar di 137.422 trader, 434 juta dolar AS atau sekitar 93 persen adalah posisi long. Pasar sebelumnya mengandalkan kenaikan harga, tetapi kemudian terjatuh karena kekurangan daya beli.

Pemulihan kecil, ketidakpastian besar: Peran Trump dan harga minyak

Setelah penjualan besar-besaran ini, muncul tanda-tanda stabilisasi. Bitcoin pulih di atas 70.000 dolar AS dan mempertahankan sebagian besar keuntungan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda lima hari dalam serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Faktor geopolitik ini berperan besar, karena harga minyak yang stabil dapat mendukung selera risiko di pasar.

Altcoin juga menunjukkan gambaran campuran: Ethereum, Solana, dan Dogecoin naik sekitar 5 persen, sementara saham terkait mining kripto bersama pasar saham yang lebih luas juga menguat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik sekitar 1,2 persen.

Apa yang akan terjadi setelah penurunan kripto? Peran Selat Hormuz

Analis memperingatkan bahwa minggu-minggu ke depan akan sangat menentukan. Pergerakan Bitcoin selanjutnya sangat bergantung pada stabilisasi harga minyak dan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz—yang dapat mendukung pengujian kembali level 74.000 hingga 76.000 dolar AS. Jika ketegangan geopolitik ini memburuk, Bitcoin bisa kembali ke kisaran tengah 60.000-an dolar AS, yang akan menandai penurunan besar kripto lagi.

Polanya tetap sama: leverage, likuidasi, penetapan harga ulang. Sampai dinamika ini dipatahkan, gelombang kejutan lain kemungkinan akan terus melanda pasar.

BTC3,74%
ETH5,33%
SOL6,81%
HYPE3,65%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan