Pasar Kripto: Ketakutan tentang Iran dan Minyak yang Mungkin Terlalu Dilebih-lebihkan

Komunitas kripto waspada setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, tetapi beberapa pengamat menyarankan bahwa risiko mungkin tidak sebesar yang diperkirakan. Sementara pengguna di media sosial membahas potensi dampak pada Bitcoin dan aset digital lainnya, para ahli energi dan geopolitik menawarkan perspektif yang lebih moderat tentang apa yang sebenarnya bisa terjadi.

Pada Sabtu pagi, Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran, yang langsung direspon Teheran dengan misil balistik yang diarahkan ke Israel dan pangkalan AS di kawasan tersebut. Pertempuran militer ini meningkatkan kekhawatiran di pasar keuangan global, terutama di ruang seperti media sosial kripto, di mana investor mengekspresikan ketakutan terhadap risiko sementara pasar tradisional tetap tutup selama akhir pekan.

Pasar Kripto Bereaksi: Bitcoin dan Efek Geopolitik

Respon awal di pasar cryptocurrency sangat dramatis. Bitcoin, mata uang kripto terkemuka berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami penurunan signifikan, dari sekitar $65.600 turun ke $63.000 selama volatilitas, sebelum pulih kembali ke sekitar $65.000. Saat ini, harga stabil di $70.51K dengan kenaikan 3.71% dalam 24 jam terakhir, mencerminkan pemulihan pasca krisis.

Futures minyak di Hyperliquid mengalami pergerakan yang lebih cepat lagi, dengan kenaikan lebih dari 5% selama ketegangan tertinggi. Altcoin seperti Ethereum, Solana, dan Dogecoin juga naik sekitar 5%, sementara saham perusahaan pertambangan terkait sektor kripto melonjak bersama pasar saham yang lebih luas, dengan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik sekitar 1.2%.

Kekhawatiran di Media Sosial: Ketakutan terhadap Penutupan Selat

Di platform seperti X (dulu Twitter), banyak peserta ekosistem kripto mengungkapkan kekhawatiran tentang kemungkinan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Selat ini merupakan titik kritis untuk perdagangan global: dengan lebar hanya 21 mil di titik tersempit, mengangkut sekitar 20 juta barel minyak setiap hari pada 2024, menurut data dari Administrasi Informasi Energi (EIA) AS.

“Jika konflik langsung antara AS dan Iran telah dimulai, ini bukan hanya masalah geopolitik. Ini adalah peristiwa ekonomi global dengan implikasi serius. Jika Selat Hormuz diancam, harga minyak bisa melonjak ke $120–$150,” tulis seorang pengguna komunitas kripto di X. Peserta pasar lain mengungkapkan kekhawatiran bahwa skenario seperti ini akan memicu kejutan inflasi, penjualan besar-besaran aset, penguatan dolar, dan depresiasi mata uang di pasar negara berkembang.

Bahkan analis geopolitik memperkuat kekhawatiran ini. Strategis geopolitik Velina Tchakarova mengatakan: “Harga minyak sudah naik ke level tertinggi enam bulan sebelum serangan. Iran adalah anggota pendiri OPEC dan Selat Hormuz, yang mengangkut sekitar 20% minyak dunia, sekarang langsung terlibat.” Laporan tambahan menyebutkan bahwa beberapa perusahaan minyak besar dan rumah perdagangan telah menghentikan sementara pengiriman minyak dan bahan bakar melalui selat tersebut.

Analisis Geografis: Mengapa Penutupan Total Sangat Tidak Mungkin

Namun, beberapa pengamat berpendapat bahwa kekhawatiran tentang penutupan penuh Selat mungkin berlebihan. Daniel Lacalle, ekonom dengan gelar doktor dan kepala strategi di Tressis, menawarkan perspektif yang lebih seimbang. Iran saat ini memproduksi 3.3 juta barel minyak per hari, tetapi hanya mengekspor setengah dari jumlah tersebut, yang hampir seluruhnya ditujukan ke sekutunya, China.

“Penutupan Selat akan seperti menembak diri sendiri,” kata Lacalle, meremehkan kekhawatiran akan tindakan Iran sebesar itu. Selain itu, anggota OPEC bisa dengan cepat mengkompensasi gangguan pasokan Iran, mengingat AS sendiri adalah produsen minyak terbesar di dunia. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak akan bersifat terbatas dan kemungkinan bersifat sementara.

Geografi menambah lapisan lain dalam analisis ini. Meskipun Selat ini dibagi secara kasar antara Iran dan Oman, jalur pelayaran utama berada di perairan Oman. Perairan di sisi Iran jauh lebih dangkal, sementara di sisi Oman memiliki kedalaman yang lebih baik dan kondisi yang lebih cocok untuk pelayaran kapal tanker besar. Secara teknis, kapal bisa berlayar melalui perairan Oman, yang berarti penutupan Iran mungkin memiliki dampak terbatas.

“Sebagian besar jalur pelayaran berada di Oman, bukan Iran,” jelas Dr. Anas Alhajji, pakar pasar energi. “Selat Hormuz tidak pernah benar-benar diblokir meskipun ada perang sebelumnya. Terlalu lebar dan terlindungi dengan baik,” tambahnya.

Bitcoin dan Pasar Kripto: Pemulihan Tapi Tetap Waspada

Meskipun peluang penutupan total Selat kecil, eskalasi penuh konflik bisa memicu ketakutan luas yang akan berdampak signifikan pada Bitcoin dan aset kripto lainnya. Para analis memperingatkan bahwa jika kondisi memburuk, Bitcoin bisa kembali turun di bawah level support yang umum diamati di sekitar $60.000.

Pengumuman Presiden Donald Trump tentang penangguhan selama lima hari terhadap serangan ke infrastruktur energi Iran memberikan sedikit kelegaan pasar. Bitcoin dengan cepat kembali melewati $70.000 dan mempertahankan sebagian besar keuntungannya, menunjukkan bahwa penurunan ketegangan langsung mempengaruhi psikologi pasar kripto.

Para ahli analisis teknikal menunjukkan bahwa langkah berikutnya untuk Bitcoin sangat bergantung pada apakah harga minyak dan pengangkutan laut melalui Selat Hormuz stabil, yang bisa memungkinkan pengujian kembali rentang resistansi di $74.000–$76.000. Sebaliknya, jika ketegangan meningkat lagi, harga bisa kembali ke pertengahan $60.000-an.

Perspektif: Keseimbangan Antara Risiko Nyata dan Spekulasi

Meskipun kekhawatiran pasar kripto tentang gangguan pasokan minyak memiliki dasar dalam realitas geopolitik, analisis yang lebih mendalam menunjukkan bahwa skenario bencana kurang mungkin terjadi. Kombinasi faktor geografis, kapasitas kompensasi OPEC, dan sejarah bahwa Selat ini belum pernah benar-benar diblokir memberikan ketenangan tertentu.

Namun, ini tidak berarti risiko nol. Eskalasi penuh konflik Iran-Israel-AS bisa memicu volatilitas besar di semua pasar, termasuk komunitas kripto. Investor sebaiknya tetap waspada terhadap ketegangan geopolitik, terutama mengingat bagaimana Bitcoin dan aset digital lainnya bereaksi terhadap peristiwa ketakutan risiko global.

Pemulihan Bitcoin ke $70.51K dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa kekhawatiran awal mulai berganti dengan analisis yang lebih rasional terhadap kemungkinan yang ada. Meski begitu, di pasar kripto, volatilitas tetap menjadi norma saat ketidakpastian geopolitik muncul.

BTC3,62%
ETH5,15%
SOL6,16%
DOGE5,07%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan