Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pengeluaran Energi Jepang Melonjak Saat Bitflyer Raih Rekor Volume 200% Melampaui Bursa Global
Ketika pasar saham Asia mengalami salah satu penurunan terparah pasca-pandemi pada akhir pekan lalu, sesuatu yang menarik terjadi di bursa cryptocurrency Jepang. Bitflyer, platform crypto terbesar di Jepang, mencatat lonjakan perdagangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan volume 24 jam meningkat 200%—melampaui pertumbuhan di platform global seperti Coinbase (+112%) dan Binance (+75%). Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan cerminan dari bagaimana pengeluaran energi Jepang yang meningkat, tekanan geopolitik, dan struktur pasar unik negara tersebut menciptakan pola perdagangan crypto yang berbeda dari dunia global.
Ketika Bursa Jepang Membuka Peluang Crypto
Lonjakan aktivitas di Bitflyer mencerminkan sesuatu yang lebih dari sekadar volatilitas pasar saham biasa. Sementara Nikkei 225 Jepang terjun sekitar 6,5%, dan Kospi Korea Selatan memimpin penurunan regional dengan jatuh sekitar 8%, trader Jepang justru meningkatkan alokasi mereka ke cryptocurrency. Data dari CoinGecko menunjukkan fenomena yang jelas: ketika bursa saham Asia menjual secara masif, aktivitas di Bitflyer tidak hanya stabil tetapi justru membengkak signifikan.
Pola ini berbeda dengan pasar Korea Selatan dan Taiwan. Upbit di Korea Selatan hanya mencatat peningkatan volume 27,1%, sementara Bithumb naik 49,0%—jauh di bawah spike yang terjadi di Bitflyer. Trader Jepang tampaknya lebih agresif dalam mengalihkan modal mereka ke aset digital saat tekanan pasar ekuitas meningkat. Fenomena ini juga terlihat pada performa Bitcoin terhadap mata uang lokal: BTC naik sekitar 2,05% terhadap yen Jepang, dibandingkan dengan kenaikan 1,86% terhadap dolar AS dan 1,64% terhadap won Korea—menunjukkan bauran antara kelemahan yen dan aktivitas crypto Jepang yang genuinely meningkat.
Selat Hormuz, Harga Minyak, dan Pengeluaran Energi: Mengapa Pasar Asia Guncang
Penyebab mendasar dari penjualan tajam di pasar ekuitas Asia adalah lonjakan harga minyak yang dipicu oleh geopolitik Timur Tengah. Negara-negara Asia, terutama Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, sangat bergantung pada aliran minyak melalui Selat Hormuz—jalur yang saat ini terancam oleh konflik Iran yang berkelanjutan. Untuk setiap kenaikan harga minyak, pengeluaran energi Jepang meningkat signifikan, dengan implikasi langsung pada kesehatan fiskal dan pertumbuhan ekonomi.
Jepang mengkonsumsi energi dalam jumlah besar dan mengimpornya hampir seluruhnya. Korea Selatan berada dalam posisi yang jauh lebih kritis: negara ini mengkonsumsi sekitar 2,5 juta barel minyak mentah per hari, dengan hampir semua diimpor—sekitar 70% berasal dari Timur Tengah. Agensi Energi Internasional bahkan menggambarkan Korea Selatan sebagai “sebuah pulau energi tanpa interkoneksi,” salah satu ekonomi paling intensif energi di OECD. Taiwan menghadapi keterbatasan serupa, mengandalkan 97% pasokan energi dari impor, meskipun negara ini telah melakukan diversifikasi sumber minyak dalam beberapa tahun terakhir—kini hanya 35% berasal dari Timur Tengah, turun dari lebih dari 70% sebelumnya.
Lonjakan harga energi global berarti pengeluaran energi ketiga negara tersebut meningkat dramatis, menciptakan tekanan inflasi, mengurangi margin profit korporat, dan mendorong flight-to-safety. Hasilnya: pasar saham Asia mengalami tekanan berat, dengan Kospi Korea Selatan memimpin penurunan (-8%), Nikkei Jepang terjatuh (-6,5%), dan Taiex Taiwan menurun (-4,9%).
Mengapa Jepang Lebih Bertahan, Dan Mengapa Crypto Semakin Dikejar
Di tengah turbulensi regional, pasar Jepang menunjukkan ketahanan relatif dibanding Korea Selatan dan Taiwan. Meskipun Jepang juga bergantung pada impor energi, struktur ekonominya lebih terdiversifikasi. Nikkei 225 mencakup campuran luas dari perusahaan industri, keuangan, dan konsumen, bukan terkonsentrasi pada sektor teknologi seperti indeks Korea dan Taiwan. Ketahanan ini memberikan buffer terhadap guncangan ekstrem, namun tidak menghilangkan tekanan.
Inilah mengapa trader Jepang mencari outlet alternatif—dan crypto menjadi pilihannya. Dengan pengeluaran energi negara meningkat dan pasar saham berguncang, beberapa trader melihat cryptocurrency sebagai hedge atau kesempatan reposisi. Volume Bitflyer yang meledak 200% mencerminkan aliran modal yang mencari stabilitas di luar pasar ekuitas tradisional. Trader di Jepang lebih agresif dalam strategi ini dibanding rekan mereka di Korea Selatan, di mana pasar equity menerima pukul yang lebih dahsyat dan mendominasi perhatian retail.
Update Bitcoin dan Analisis Forward-Looking
Bitcoin bergerak lebih kuat di tengah ketidakpastian geopolitik. Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan lima hari terhadap serangan infrastruktur energi Iran, sentiment market meningkat. Bitcoin naik di atas $70.000, dengan data terbaru menunjukkan BTC diperdagangkan di sekitar $70.66K dengan peningkatan 24 jam sebesar +4.17%.
Altcoin mengikuti tren positif: Ethereum, Solana, dan Dogecoin semuanya naik sekitar 5%. Saham pertambangan terkait crypto juga memperkuat seiring dengan rally lebih luas di pasar ekuitas global, dengan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing meningkat sekitar 1,2%.
Namun, proyeksi ke depan tetap tergantung pada faktor eksternal. Jika harga minyak dan pengiriman melalui Selat Hormuz stabil, dan pengeluaran energi global tidak meningkat lebih jauh, crypto mungkin akan menguji kembali kisaran $74.000 hingga $76.000. Sebaliknya, jika geopolitik memburuk dan harga minyak melanjutkan lonjakan—yang pada gilirannya meningkatkan pengeluaran energi Jepang dan ekonomi Asia lainnya—Bitcoin bisa tertekan kembali ke kisaran pertengahan $60.000. Pembukaan pasar Tokyo minggu depan akan menjadi titik uji penting untuk apakah momentum crypto Jepang bertahan atau memudar seiring upaya pasar ekuitas regional menstabilkan diri.