Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bitcoin menembus di atas $70.000 saat berita eskalasi perang Iran, reaksi pasar beragam
Perang militer antara Iran dan Amerika Serikat terus memanas, menyebabkan gejolak di pasar global. Di tengah rangkaian berita perang ini, performa Bitcoin justru tampil sangat mencolok. Dari penurunan drastis pada 28 Februari hingga kini yang menunjukkan kenaikan stabil, krisis geopolitik ini malah menjadi batu uji ketahanan Bitcoin.
Respons Harga Setelah Mulainya Perang: Dari Penurunan Cepat Hingga Rebound yang Berkelanjutan
Pada Sabtu saat berita perang pertama kali muncul (28 Februari), Bitcoin sebagai satu-satunya aset utama yang masih beroperasi langsung mengalami aksi jual besar-besaran. Harga dalam beberapa jam saja turun ke $64.000, dengan penurunan sebesar 8,5%. Namun, “momen gelap” ini tidak menjadi titik terendah.
Dalam dua minggu setelahnya, Bitcoin menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Meski setiap kali muncul berita perang tetap memicu aksi jual, rebound berikutnya selalu lebih kuat dari sebelumnya. Melihat tren ini seperti mengamati garis support yang naik—titik terendahnya terus meningkat:
Setiap kali berita mengguncang pasar, tampaknya pasar mampu mencerna dengan lebih cepat, dan level support pun secara bertahap meningkat. Data terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin telah stabil di sekitar $70.75K (per 23 Maret), dengan kenaikan 24 jam sebesar +3,70%. Pola “semakin dangkal turun, semakin tinggi rebound” ini sedang membentuk sebuah rentang perdagangan yang semakin mengecil—support di atas $70.000 dan resistance di kisaran $73.000-$74.000.
Perbandingan Pasar Saat Berita Menggempur: Mengapa Bitcoin Paling Kuat
Selama berita perang terus berkembang, performa berbagai aset sangat berbeda. Data dua minggu ini cukup menunjukkan perbedaan tersebut:
Energi dan Mata Uang (Penerima Manfaat):
Aset Lindung Nilai Tradisional (Diferensiasi):
Bitcoin (Keunikan Tersendiri):
Fenomena ini melanggar pandangan konvensional tentang Bitcoin sebagai “aset lindung nilai”. Bitcoin bukanlah sekadar naik perlahan untuk menghindari risiko, melainkan yang pertama mencerna berita dan bereaksi cepat saat terjadi guncangan pasar. Dalam istilah industri, ini lebih mirip “pusat likuiditas 24/7”—karena merupakan satu-satunya pasar yang sudah terbuka saat peristiwa geopolitik terjadi, Bitcoin mampu mulai menilai dampak perang sebelum pasar lain merespons.
Analisis Teknikal: Akankah Rentang Kompresi Bisa Ditembus?
Dari grafik terlihat bahwa Bitcoin sedang membentuk pola kompresi harga yang semakin ketat. Setiap rebound tertinggi selalu tertahan di kisaran $73.000-$74.000, sementara titik terendah setiap koreksi meningkat di atas $70.000. Situasi “tidak bisa naik, tidak bisa turun” ini akhirnya pasti akan memicu terobosan.
Para analis pasar menyebutkan bahwa langkah selanjutnya sangat bergantung pada dua faktor utama:
Kondisi untuk Breakout ke atas: Jika pengiriman kapal minyak di Selat Hormuz stabil kembali, atau konflik antara AS dan Iran mereda lebih jauh, Bitcoin berpotensi menembus resistance di $74.000 dan menantang level di atas $76.000. Ini akan memperkuat kesimpulan bahwa “pasar sudah memperhitungkan risiko perang”.
Risiko koreksi ke bawah: Jika berita perang terus meningkat, dan pengiriman di Selat Hormuz terganggu lebih parah, support di atas $70.000 bisa ditembus, dan harga berpotensi kembali ke kisaran $60.000 dalam jangka menengah.
Pembaruan Latar Belakang Makro: Pernyataan Trump dan Risiko Iran
Berita perang terbaru datang dari pernyataan Trump hari Jumat. Ia menyatakan bahwa ia menghentikan serangan terhadap fasilitas minyak Iran dengan alasan “pertimbangan kemanusiaan”, namun memperingatkan bahwa jika Iran terus memblokir Selat Hormuz, ia akan “segera mempertimbangkan kembali” keputusan tersebut.
Respons Iran lebih keras lagi: setiap serangan terhadap infrastruktur energi akan memicu serangan balasan terhadap fasilitas AS. “Kebuntuan bersyarat” ini menimbulkan ketidakpastian baru di pasar energi global. IEA menyebut konflik ini sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah, dan jika semakin memburuk, harga minyak bisa terus melonjak, meningkatkan ekspektasi inflasi global.
Implikasi dan Prospek Pasar
Dari performa dua minggu ini, peran Bitcoin sedang mengalami redefinisi. Ia bukan lagi sekadar “aset lindung nilai” (setiap penurunan besar selalu disertai berita), maupun “aset risiko” murni (rebound-nya lebih cepat dari semua aset utama). Kini, Bitcoin telah berevolusi menjadi “penetap harga informasi”—yang mampu merespons secara real-time terhadap guncangan geopolitik selama 24 jam nonstop.
Indikator utama yang perlu diperhatikan:
Saat ini, performa pasar kripto secara keseluruhan juga mengikuti langkah Bitcoin. Ethereum, Solana, dan Dogecoin masing-masing naik sekitar 5%, sementara saham perusahaan pertambangan kripto naik sekitar 1,2% mengikuti indeks Nasdaq.
Secara keseluruhan, krisis berita perang ini sedang mengubah persepsi pasar terhadap esensi Bitcoin—dari yang semula dianggap sebagai “taruhan anti-sistem” menjadi “penguji tekanan” di pasar keuangan modern, yang menunjukkan ketahanan dan efisiensi penetapan harga yang unik di setiap guncangan global.