Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Perusahaan Pakistan mengirim kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz di tengah meningkatnya krisis regional
Dalam langkah strategis yang berani, perusahaan pelayaran Pakistan berhasil mengirimkan kapal minyak jenis Aframax bernama “Karachi” melintasi Selat Hormuz tanpa insiden keamanan. Operasi ini dilakukan seminggu setelah serangan Amerika dan Israel terhadap Iran, di tengah ketegangan regional yang meningkat. Berdasarkan data pelacakan kapal, kapal tersebut menyelesaikan lintasannya di jalur pelayaran hari Minggu lalu, dan kini terlihat di perairan dekat pelabuhan Sur menuju Pakistan.
Kapal Karachi: Pilihan Jalur Aman Iran
Perusahaan pelayaran memilih jalur yang hati-hati di masa sulit ini. Kapal minyak melintas dekat sisi Iran untuk mengurangi risiko potensial, daripada mendekati perbatasan musuh. Kapal ini termasuk dari sedikit yang berhasil meninggalkan Teluk sejak krisis dimulai. Keberhasilan lintasan ini mencerminkan rencana matang dari perusahaan pelayaran Pakistan untuk menghadapi situasi saat ini dengan cerdas dan strategi bisnis yang tajam.
Dampak Krisis: Penghentian Pengiriman Minyak Global
Perkembangan keamanan mengungkapkan kenyataan pahit bagi ekonomi dunia. Hampir 20% pengiriman minyak global terhenti melalui Selat Hormuz akibat eskalasi regional. Negara-negara menunggu dengan cermat tanda-tanda kapal akan kembali berlayar, dan pasar keuangan memantau situasi dengan sangat cemas. Penghentian ini memberi tekanan besar pada rantai pasok minyak global dan ekonomi yang bergantung pada impor energi.
Negosiasi Bilateral: Jalan Negara Pintar
Negara-negara tidak tinggal diam menghadapi tantangan ini. Beberapa sudah memulai negosiasi langsung dengan Teheran untuk memastikan jalur aman bagi kapal mereka. India mendapatkan izin khusus untuk melintasi dua kapal LNG melalui selat, menunjukkan keberhasilan diplomasi dalam masa kritis ini. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya tertutup, melainkan “hanya tertutup bagi kapal negara musuh,” sebuah sinyal jelas membuka jalur negosiasi dengan sekutu potensial.
Keinginan Regional Kuat dan Upaya Internasional yang Bertentangan
Pemimpin Iran, Maj. Gen. Ghasemi Khamenei, menyatakan bahwa Teheran akan mempertahankan “kartu strategis penutupan selat” jika diperlukan. Di sisi lain, Presiden Trump mengajak beberapa negara mengirim kapal perang untuk mengawal kapal dagang dan memulihkan lalu lintas. Namun, negara sekutu seperti Jepang belum mengumumkan partisipasi dalam misi militer ini, mencerminkan keragu-raguan internasional dan ketidakjelasan strategi terbaik dari segi bisnis dan keamanan.
Apa Kata Para Ahli?
Konflik di Timur Tengah memasuki minggu ketiga dengan risiko pelayaran yang terus meningkat. Analis perusahaan pelayaran dan pakar internasional percaya bahwa meskipun ketegangan mereda dalam waktu dekat, pemulihan lalu lintas normal melalui Selat Hormuz bisa memakan waktu minimal beberapa minggu. Penundaan setiap hari berarti kerugian ekonomi besar bagi perusahaan perdagangan global dan negara pengimpor minyak.