Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Operasi Besar-besaran Singapura: Aset Senilai 270 Juta RMB Disita dalam Kasus Jaringan Zhi
Dalam operasi penegakan hukum yang signifikan, Pasukan Polis Singapura telah menggeledah jaringan pencucian wang terkait dengan Kumpulan Taizi. Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, pihak berwenang telah menahan sekelompok tersangka dan membuka penyidikan yang luas. Tindakan tegas ini mencerminkan komitmen Singapura dalam memberantas kejahatan finansial yang semakin canggih di era digital.
Penangkapan Tersangka dan Penutupan Aset
Menurut laporan Odaily Planet Daily, tim penyidik Singapura telah menahan tiga warga negara lokal yang didakwa terlibat dalam skema pencucian wang yang melibatkan Kumpulan Taizi. Selain itu, surat perintah penangkapan juga telah dikeluarkan untuk Chen Xiuling, seorang wanita warga Singapura yang diperiksa lebih lanjut dalam investigasi ini.
Dalam fase pertama operasi, otoritas telah berhasil membekukan dan melarang pemindahan aset senilai lebih dari 500 juta dolar Singapura, setara dengan sekitar 2.7 miliar yuan China. Angka yang mengagumkan ini menunjukkan skala besar dari jaringan yang sedang diberantas serta besarnya dana yang berhasil dilindungi dari sistem keuangan yang tidak sah.
Jejak Pencucian Wang dan Mekanisme Operasional
Jaringan Taizi diketahui menggunakan berbagai saluran untuk menyembunyikan asal dana ilegal mereka. Dengan memanfaatkan sistem perbankan digital yang canggih di Singapura, para pelaku terus mengembangkan metode yang lebih rumit dan sulit dilacak. Penyelidikan menunjukkan bahwa operasi ini telah berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum akhirnya terungkap.
Singapura dalam Jerat Penipuan Teknologi Tinggi
Data terbaru mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan: Singapura, meskipun memiliki infrastruktur perbankan digital yang paling maju dan populasi dengan daya beli tinggi, justru menjadi magnet bagi para penjahat finansial. Penipuan di negara kota ini telah berkembang menjadi kejahatan berteknologi tinggi yang didukung oleh kecerdasan buatan dan teknologi blockchain.
Pada tahun 2024 saja, total kerugian akibat penipuan di Singapura telah melampaui 1.1 miliar dolar Singapura. Angka ini menandakan bahwa masalah penipuan digital bukan sekadar tantangan lokal, melainkan ancaman sistemik yang memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional. Teknologi blockchain dan AI telah membuat para pelaku mampu mengembangkan skema yang lebih canggih dan sulit untuk dideteksi oleh sistem keamanan konvensional.
Kasus Kumpulan Taizi menjadi bukti nyata bahwa bahkan dalam ekonomi digital terdepan sekalipun, keamanan finansial tetap menjadi tantangan yang kompleks. Operasi penyitaan aset yang besar ini diharapkan akan menjadi peringatan bagi komunitas global tentang pentingnya kerjasama lintas negara dalam memerangi kejahatan finansial terorganisir di era blockchain dan artificial intelligence.