Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Peringatan Deutsche Bank: Sonic Inflation dan Risiko Stagflasi Mirip Era 1970-an
Laporan penelitian terbaru dari Deutsche Bank menghadirkan analisis yang mencengangkan mengenai dinamika pasar energi global saat ini. Menurut Jim Reid, ketua divisi riset Deutsche Bank, pola makro yang sedang terjadi menunjukkan kemiripan mengkhawatirkan dengan periode pra-krisis minyak kedua pada tahun 1970-an. Sonic inflation—sebuah fenomena di mana lonjakan harga energi tiba-tiba memicu inflasi yang tajam—menjadi perhatian utama dalam analisis strategis ini, khususnya mengingat posisi Iran sebagai pusat geopolitik yang kritis dalam kedua skenario krisis.
Pergerakan Pasar Energi Global Menggemitarkan Ingatan Krisis Dekade Lalu
Baik pada 1970-an maupun saat ini, pergerakan pasar energi global terjadi sekitar 4-5 tahun setelah gelombang inflasi besar melanda ekonomi global. Fokus geografis kedua periode ini juga menarik perhatian: keduanya terpusat di sekitar geopolitik Iran. Analisis Deutsche Bank menunjukkan bahwa faktor-faktor struktural ini menciptakan kondisi yang sangat mirip dengan masa lalu. “Apakah sejarah akan terulang sepenuhnya bergantung pada durasi konflik geopolitik yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan dalam laporan riset tersebut.
Namun, Deutsche Bank juga mengidentifikasi perbedaan penting antara dua era ini. Pada akhir dekade 1970-an, jangkaan inflasi kehilangan kendali sepenuhnya, dan kejutan minyak kedua memicu pengetatan upah-harga yang masif. Situasi ini memaksa bank sentral melakukan tindakan pemadatan moneter yang ekstensif dan keras untuk mengendalikan inflasi yang tidak terkontrol.
Sonic Inflation dan Stabilitas Jangkaan Inflasi Masa Kini
Perbedaan fundamental terletak pada kondisi jangkaan inflasi saat ini. Meskipun ekonomi global mengalami lonjakan harga energi dan commodity shock pada 2022-2023, jangkaan inflasi jangka panjang tetap berada dalam zona yang stabil dan terkontrol. Ini adalah faktor pelindung yang signifikan terhadap sonic inflation—fenomena yang pernah melumpuhkan ekonomi pada dekade 1970-an.
Sonic inflation terjadi ketika shock harga energi yang tiba-tiba tidak hanya meningkatkan inflasi jangka pendek, tetapi juga menggeser ekspektasi masyarakat dan bisnis mengenai inflasi masa depan. Ketika ini terjadi, pengetatan upah dan harga menjadi semarah-amahan, menciptakan spiral yang sulit diputus tanpa biaya ekonomi yang sangat besar.
Sonic Inflation: Skenario Risiko yang Tetap Mengancam
Terlepas dari perbedaan struktural yang menguntungkan, Deutsche Bank tetap memperingatkan bahwa sonic inflation tetap merupakan risiko material jika geopolitik terus memburuk. Stabilitas jangkaan inflasi yang ada saat ini adalah produk dari kredibelitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi dalam beberapa tahun terakhir—kredibilitas yang dapat hilang jika shock energi menjadi lebih parah atau berkelanjutan.
Analisis ini menggarisbawahi pentingnya monitoring berkelanjutan terhadap dinamika pasar energi dan sentiment konsumen terhadap inflasi. Sonic inflation bukan lagi sekedar referensi historis, melainkan skenario yang tetap perlu diwaspadai dalam lanskap geopolitik global yang tidak stabil.