Asosiasi Minyak Jepang: Perlu Dilakukan Peluncuran Cadangan Minyak Kedua, Skala Sesuai dengan Batch Pertama 80 Juta Barel

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Asosiasi Minyak Jepang mendesak pemerintah untuk memulai pelepasan cadangan strategis tahap kedua dengan skala yang sama seperti tahap pertama, sekaligus secara aktif mencari sumber pasokan alternatif di luar Timur Tengah guna mengatasi tekanan keamanan energi yang terus meningkat akibat ketegangan di Selat Hormuz.

Ketua Asosiasi Minyak Jepang pada hari Senin menyatakan harapannya agar pemerintah Jepang melakukan pelepasan cadangan strategis tahap kedua dengan skala yang sama seperti tahap pertama. Sebelumnya, pemerintah Jepang telah mengumumkan pada 13 Maret untuk memulai pelepasan cadangan strategis nasional dan swasta sekitar 80 juta barel.

Dalam hal diversifikasi pasokan, ketua asosiasi menunjukkan bahwa Amerika Utara merupakan salah satu sumber potensial pengganti pasokan minyak dari Timur Tengah, dan Jepang sebaiknya berinvestasi dalam perluasan kapasitas produksi minyak di Alaska; Ekuador, Kolombia, dan Meksiko juga disebut sebagai pilihan yang mungkin.

Sementara itu, asosiasi secara tegas menyatakan bahwa, kecuali proyek Sakhalin-2, Jepang tidak memiliki rencana untuk membeli minyak mentah dari Rusia.

Pelepasan cadangan pertama telah dimulai, perhatian tertuju pada mekanisme penetapan harga

Pemerintah Jepang pada 13 Maret mengumumkan bahwa pelepasan sekitar 80 juta barel cadangan strategis nasional dan swasta akan dimulai paling cepat minggu depan. Minyak mentah ini akan dijual berdasarkan Harga Penjualan Resmi (OSP) yang ditetapkan oleh negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah sebelum pecahnya konflik.

OSP biasanya ditetapkan oleh negara-negara penghasil minyak Timur Tengah setiap bulan untuk kontrak jangka panjang, dan harga bervariasi tergantung pada jenis minyak mentah. Penetapan harga dilakukan dengan menyesuaikan selisih harga terhadap harga minyak acuan, serta mempertimbangkan kondisi penawaran dan permintaan pasar bulan tersebut secara komprehensif.

Dalam pelaksanaan penetapan harga, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Akazawa Ryosei, telah secara tegas memperingatkan perusahaan penyulingan domestik agar tidak memperoleh keuntungan dari membeli minyak cadangan negara dengan harga rendah dan menjualnya kembali dengan harga tinggi secara tidak wajar. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah akan terus berkomunikasi dengan industri untuk memastikan pelepasan cadangan ini dilakukan dengan cara yang “dapat diterima dan meyakinkan oleh masyarakat,” dengan tujuan menyalurkan keunggulan biaya kepada konsumen akhir.

Strategi Diversifikasi: Amerika Utara dan Amerika Latin sebagai Pilihan Pengganti

Sejak konflik di Timur Tengah memburuk secara menyeluruh, harga minyak internasional melonjak tajam. Pada 27 Februari, tepat sebelum konflik meluas, harga acuan minyak Brent di pasar global mencapai USD 72,48 per barel, dan saat ini telah naik menjadi USD 108 per barel. Pasar secara umum memperkirakan bahwa jika Selat Hormuz tetap secara efektif tertutup dan situasi tidak membaik, harga minyak akan terus mengalami tekanan kenaikan lebih lanjut.

Ketua Asosiasi Minyak Jepang mengakui bahwa mereka tidak pernah memperkirakan Selat Hormuz akan ditutup, karena hal ini akan memicu krisis energi global. Pernyataan ini menyoroti tingkat dampak tak terduga dari situasi saat ini terhadap pasar energi dunia, serta semakin menegaskan perlunya Jepang mempercepat diversifikasi pasokannya.

Menghadapi risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah, Asosiasi Minyak Jepang secara aktif mencari sumber pengganti. Ketua asosiasi menyatakan bahwa Amerika Utara adalah salah satu sumber potensial pengganti pasokan minyak dari Timur Tengah, dan Jepang harus berinvestasi dalam perluasan kapasitas produksi minyak di Alaska untuk secara fundamental memperkuat diversifikasi sumber pasokan.

Selain itu, Ekuador, Kolombia, dan Meksiko juga disebut sebagai pilihan pengganti yang mungkin. Mengenai minyak mentah Rusia, posisi asosiasi sangat tegas—kecuali proyek Sakhalin-2, Jepang tidak memiliki rencana untuk membeli minyak mentah dari Rusia.

Peringatan risiko dan ketentuan penafian

Pasar memiliki risiko, dan investasi harus dilakukan dengan hati-hati. Artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi, dan tidak mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, atau kebutuhan khusus pengguna. Pembaca harus menilai apakah pendapat, pandangan, atau kesimpulan dalam artikel ini sesuai dengan situasi mereka. Segala risiko dan tanggung jawab atas investasi sepenuhnya berada di tangan pengguna.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan