Lagi-lagi Pernah Rugi! Di Tengah Konflik Amerika-Iran, Mengapa Pasar Saham Jepang dan Korea Menjadi "Korban" Terbesar?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Senin, pasar saham Asia-Pasifik seluruhnya turun, karena ancaman peningkatan aksi permusuhan oleh AS dan Iran, membuat investor khawatir tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pasar saham Jepang dan Korea kembali menjadi pusat penjualan besar-besaran.

Indeks KOSPI Korea Selatan dibuka turun 3,5%, dan sempat melebar hingga lebih dari 6%. Hingga saat berita ini ditulis, turun 4,71%, menjadi 5457,13 poin.

Bursa Korea memicu mekanisme penghentian sementara indeks KOSPI setelah kontrak berjangka KOSPI 200 turun 5%, dan perdagangan terhenti selama 5 menit.

Dalam saham-saham utama, harga SK Hynix turun lebih dari 5%; saham Samsung Electronics dan Hyundai Motor keduanya turun hampir 5%.

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka turun 1,68%, dan sempat turun lebih dari 2600 poin selama perdagangan, hingga berita ini ditulis, turun 3,35%, menjadi 51582,23 poin.

Kontrak berjangka indeks pasar pertumbuhan Tokyo Stock Exchange 250 memicu mekanisme penghentian, dan perdagangan kontrak tersebut dilanjutkan kembali pada pukul 09:40 waktu setempat.

Pasar saham lain juga mengalami penurunan besar, hingga berita ini ditulis, indeks utama Australia S&P/ASX 200 turun hampir 1%; indeks Hang Seng turun lebih dari 3%.

Ketegangan AS-Iran Meningkat

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu mengancam, jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dalam 48 jam, ia akan “menghancurkan” rencana listrik Iran. Ultimatum ini mendapat tanggapan keras dari Iran.

Dilaporkan oleh CCTV News, pada 21 Maret waktu setempat, Trump menulis di platform media sosial “X” bahwa jika Iran tidak membuka Selat Hormuz secara penuh tanpa ancaman dalam 48 jam, AS akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik di Iran, termasuk yang terbesar.

Dini hari 22 Maret waktu setempat, militer Iran, Komando Pusat Hatham Anbia, memperingatkan bahwa jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang, semua infrastruktur energi, sistem teknologi informasi, dan fasilitas desalinasi air laut di kawasan tersebut akan menjadi target serangan.

Selain itu, Ketua Majelis Islam Iran, Kaliyabaf, menyatakan di media sosial bahwa jika pembangkit listrik, fasilitas energi, dan fasilitas minyak Iran diserang, seluruh target serupa di kawasan akan dianggap sah dan akan dihancurkan secara irreversible, dan harga minyak akan tetap tinggi dalam jangka panjang.

Mengapa pasar saham Jepang dan Korea menjadi yang paling terdampak?

Dalam konflik AS-Iran ini, pasar saham Jepang dan Korea jelas menjadi korban te

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan