Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mengapa Pasar Crypto Merah Tajam di Awal Januari 2025
Pasar cryptocurrency mengalami koreksi mendalam pada awal Januari 2025, memicu gelombang likuidasi masif senilai ratusan juta dolar. Peristiwa ini bukan sekadar fluktuasi harian biasa, melainkan hasil dari kombinasi faktor makroekonomi yang mengguncang seluruh ekosistem aset digital. Pertanyaan “mengapa market crypto merah hari ini” mendapat jawaban jelas: data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi memicu lonjakan yield Treasury, mendorong aliran modal keluar dari aset berisiko.
Bitcoin Jatuh Drastis Disertai Likuidasi Besar-Besaran
Data dari Coinglass menunjukkan amplitudo penurunan yang signifikan pada Bitcoin (BTC). Dalam waktu beberapa jam saja, harga BTC terkoreksi dari $102.060 menjadi $96.865, kehilangan nilai lebih dari $5 ribu per koin. Penurunan tajam ini memicu gelombang likuidasi otomatis, dengan total nilai $293 juta terpaksa ditutup dalam jangka waktu 4 jam. Menariknya, lebih dari 90% dari likuidasi ini berasal dari trader yang membuka posisi long (bullish), mencapai $266,18 juta, sementara posisi short hanya $25,7 juta. Data ini mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku pasar terjebak dalam ekspektasi bullish yang berlebihan menjelang koreksi ini.
Aset Crypto Utama Melemah Serentak, Hanya Chainflip yang Naik
Ketika market crypto merah menyapu pasar, hampir semua altcoin besar mengalami tekanan penjualan. Ethereum (ETH) melemah 8%, Solana (SOL) terkoreksi 8%, Dogecoin (DOGE) anjlok 10%, dan Cardano (ADA) kehilangan 12% dari nilainya. Dalam kondisi bearish seperti ini, posisi leverage trader terus terlikuidasi secara kaskade, menciptakan efek domino negatif. Menariknya, di tengah hiruk pikuk penjualan umum, Chainflip (FLIP) justru melawan tren dengan mencatatkan kenaikan 7,42%, memberikan semacam mercy trade bagi trader yang mencari green candle di tengah lautan merah.
Treasury Yield AS Melonjak, Memicu Penalihan Modal dari Crypto
Akar permasalahan market crypto merah pada periode ini adalah data ekonomi AS yang mengejutkan. Pada 7 Januari 2025, Institute for Supply Management (ISM) merilis laporan Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor swasta Desember mencapai 54,1, naik signifikan dari November yang hanya 52,1. Angka ini mengindikasikan ekspansi ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan, mendorong investor untuk mengantisipasi inflasi yang lebih tinggi dan kemungkinan perubahan kebijakan Federal Reserve. Akibatnya, yield Treasury 10 tahun melonjak drastis, membuat aset berisiko seperti cryptocurrency menjadi kurang menarik. Investor mulai mengevaluasi ulang alokasi portfolio mereka, memindahkan dana dari crypto ke instrumen safe-haven.
MicroStrategy Ikut Terpengaruh, Saham Turun 10%
Dampak koreksi crypto tidak hanya terbatas pada token digital saja. MicroStrategy (MSTR), perusahaan yang dikenal sebagai pemilik Bitcoin terbesar di dunia dengan portfolio hodling senilai miliaran dolar, mengalami penurunan harga saham lebih dari 10%. Hal ini menunjukkan bahwa ketika pasar crypto merah dalam, dampaknya menyebar ke ekuitas perusahaan yang memiliki eksposur kuat terhadap Bitcoin. Situasi ini menciptakan negative feedback loop, di mana penjualan saham MSTR memicu penjualan BTC untuk cover margin calls, yang pada gilirannya menurunkan harga kedua aset secara bersamaan.
Analisis ini menunjukkan bahwa koreksi pasar crypto Januari 2025 bukan sekadar panic selling, melainkan repricing rasional terhadap perubahan kondisi makroekonomi global. Dengan Treasury yield yang lebih tinggi dan ekspektasi inflasi yang meningkat, aset digital memerlukan waktu untuk menemukan level harga yang seimbang dengan fundamental ekonomi baru tersebut.