Ketegangan Geopolitik, Harga Minyak Kemungkinan Akan Mendorong D-Street Minggu Depan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN- IANS) Mumbai, 22 Maret (IANS) Pasar saham India mengakhiri minggu dengan catatan hati-hati, dan para ahli percaya ketegangan global, kenaikan harga minyak mentah, tekanan mata uang, dan pergerakan logam mulia akan menjadi faktor utama yang membentuk sentimen investor dalam beberapa hari mendatang.

Indeks acuan, Nifty dan Sensex, menutup minggu sebagian besar datar dengan bias sedikit negatif.

Meskipun tiga sesi perdagangan pertama tetap positif, penjualan besar-besaran pada hari Kamis menghapus sebagian besar keuntungan, diikuti oleh sesi yang volatil pada hari Jumat.

Nifty turun 0,16 persen menjadi 23.114,50, sementara Sensex berakhir 0,04 persen lebih rendah di 74.532,96.

“Dari sudut pandang level teknikal, 23.850 tetap menjadi resistensi langsung, diikuti oleh 24.000 dan 24.150,” ujar seorang analis saat mengomentari prospek teknikal Nifty.

“Di sisi bawah, 22.950 dan 22.700 berfungsi sebagai level support penting, dengan penembusan di bawah 22.700 berpotensi memicu pergerakan penurunan yang lebih cepat,” kata seorang ahli pasar.

Peserta pasar kini memantau ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah, terutama konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Situasi semakin memburuk setelah Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada Iran terkait Selat Hormuz, jalur pasokan minyak global yang penting.

Harga minyak mentah tetap menjadi pemicu utama pasar lainnya. Meskipun harga mereda pada hari Jumat, dengan Brent crude turun ke sekitar $105 per barel dan WTI crude turun di bawah $93, harga sempat melonjak mendekati $119 awal minggu karena ketegangan yang meningkat.

Para ahli pasar mengatakan bahwa minggu mendatang diperkirakan akan tetap sensitif terhadap data di tengah ketidakpastian global yang berlangsung.

“Perkembangan dalam konflik di Asia Barat dan pergerakan harga minyak mentah akan terus menjadi pendorong eksternal utama dan kemungkinan akan menentukan tren pasar jangka pendek,” ujar seorang analis.

“Para trader disarankan tetap berhati-hati dan mengikuti praktik manajemen risiko yang ketat di tengah volatilitas yang sedang berlangsung,” tambah seorang analis.

MENAFN22032026000231011071ID1110891688

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan